Di antara dokumen baru itu terdapat sebuah daftar yang disusun FBI tahun lalu. Dokumen tersebut berisi berbagai tuduhan terhadap Trump yang berasal dari laporan masyarakat ke saluran pengaduan National Threat Operations Center. Banyak dari laporan tersebut tampaknya didasarkan pada informasi yang belum diverifikasi dan tidak disertai bukti pendukung.
Daftar tersebut memuat sejumlah tuduhan pelecehan seksual yang ditujukan kepada Trump, Epstein, serta tokoh-tokoh publik lainnya.
Trump secara konsisten membantah segala bentuk pelanggaran yang dikaitkan dengan Epstein dan hingga kini tidak pernah didakwa atas kejahatan apa pun oleh para korban Epstein.
Saat dimintai tanggapan mengenai tuduhan terbaru, pihak Gedung Putih dan Departemen Kehakiman merujuk pada pernyataan resmi yang disertakan dalam rilis dokumen tersebut.
“Sebagian dokumen memuat klaim yang tidak benar dan bersifat sensasional terhadap Presiden Trump, yang diserahkan ke FBI menjelang pemilu 2020. Untuk memperjelas, klaim tersebut tidak berdasar dan tidak benar. Jika memiliki sedikit saja kredibilitas, klaim itu pasti sudah lama digunakan sebagai alat untuk menyerang Presiden Trump,”demikian pernyataan Departemen Kehakiman AS dikutip dari laman BBC UK, Senin 2 Februari 2026.































































































Beri Komentar