UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

Alasan Kubu Roy Suryo Cs Sebut Pengakuan Teman KKN Jokowi Tak Buktikan Ijazah Asli: Orangnya Berbeda

“Tetapi sekali lagi justru orang-orang yang hadir ini kan selalu berbeda. Ini bukan orang-orang yang dulu pernah reuni-reunian beberapa kali,” tegasnya.

Meski demikian, Khozinudin mengaku memiliki sejumlah pertanyaan krusial yang ingin ia ajukan kepada para saksi tersebut.

“Anda lihat ijazahnya langsung tidak? Anda sudah lihat dokumen ijazahnya itu tidak? Anda sudah tahu enggak hasil uji laporan forensiknya tidak? Anda ini di sini dalam kapasitas sebagai teman Jokowi itu ada pertemuan sebelumnya tidak?” ucap Khozinudin.

Aksi Kaninus 16

“Apakah benar Jack itu alami atau Anda persiapkan itu seolah-olah Anda akrab dengan Joko Widodo? Apakah Anda terinspirasi dari film Titanic sehingga memanggil saudara Joko Widodo bang Jack?” pungkasnya.

Kejanggalan dari Kesaksian Teman KKN Jokowi

Sebelumnya, Sidang citizen lawsuit (CLS) yang mempersoalkan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Selasa (3/2/2026) siang.

Persidangan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Achmad Satibi, didampingi hakim anggota Aris Gunawan dan Lulik Djatikumoro.

Dalam agenda kali ini, majelis menghadirkan tiga orang saksi untuk dimintai keterangan.

Dua saksi di antaranya disebut sebagai rekan Jokowi saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, yakni Yohana Bergmans dan Ritje Widjaja.

Dari paparan para saksi, pihak penggugat mengaku menemukan sejumlah ketidaksesuaian.

Salah satu penggugat, Muhammad Taufiq, menilai keterangan antar saksi justru saling bertentangan.

“Dua orang yang mengatakan KKN di situ sementara satunya anak kandung, keterangannya sangat berbeda. Yang anak kandung mengatakan pentas seni itu tidak pakai gitar listrik, yang berpentas juga bukan pak Joko Widodo tetapi yang berpentas warga,” ungkap Taufiq, dikutip SURYA.co.id dari Tribun Solo.

Ia melanjutkan, pengalaman pribadinya saat KKN juga bertolak belakang dengan keterangan saksi.

“Dan logika saya ketika saya KKN itu memang warga. Bukan kami, karena kami ingin memberikan kesempatan warga untuk show up,” lanjutnya.

Menurut Taufiq, perbedaan narasi ini menjadi sinyal awal adanya persoalan dalam kesaksian yang disampaikan di hadapan majelis hakim.

Saksi Dinilai Tak Paham Lingkungan Desa Ketoyan

Selain inkonsistensi cerita, Taufiq juga menyoroti minimnya pengetahuan saksi mengenai kondisi sosial Desa Ketoyan.

Ia mempertanyakan klaim para saksi yang mengaku tinggal di rumah lurah setempat selama KKN.

“Kalau benar dia di desa Ketoyan. Kalau dia tinggal di rumahnya pak Lurah, tentu dia apal nama Bu lurah, apal nama pak Lurah. Bahkan ketika saya coba dengan trik and trap pertanyaannya ada yang khusus itu memang pancingan ternyata benar tidak tahu ada anaknya yang cacat dan kita konfirmasi benar cacat. Kan orang cacat kan pasti tahu lah beda sendiri, tadi saya bilang istimewa,” imbuhnya.

image_print
1 2 3 4
Stories
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.