Bukan sekadar pemimpin Iran
Banyak yang belum mengetahui, selain menjadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei juga dikenal sebagai seorang ulama Syiah yang memiliki pengaruh luas di kalangan pengikut Syiah.
Dalam tradisi Islam Syiah, seorang ulama yang memiliki kualifikasi tinggi di bidang agama bisa diikuti sebagai marja’ (sumber rujukan dalam fiqh). Ada banyak orang—termasuk di luar Iran—yang mengaku mengikuti Ali Khamenei sebagai marja’ mereka dalam hal rujukan hukum Islam.
Bahkan, keputusan, dan fatwa Ali Khamenei sering diikuti atau dibaca oleh jutaan orang Syiah di berbagai negara. Ini membuat pengaruhnya melampaui batas Iran sendiri.
Iran berduka
Institusi Iran berduka atas wafatnya Khamenei. Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebutnya sebagai ulama besar dan “pemimpin para syuhada Revolusi Islam.”
Mereka menegaskan bahwa kesyahidannya tidak akan menghentikan jalannya, melainkan memperkuat tekad rakyat Iran untuk melanjutkan warisannya.
Pemerintah Iran menetapkan 40 hari berkabung nasional dan 7 hari libur resmi. Dewan Keamanan Nasional menilai kesyahidannya akan menjadi katalis kebangkitan besar melawan tirani global.
Serangan ini terjadi setelah AS dan Israel meluncurkan operasi militer gabungan pada 28 Februari, di tengah pembicaraan nuklir.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut operasi itu sebagai langkah untuk menghapus “ancaman eksistensial” dan mengubah lanskap strategis kawasan.
Ledakan dilaporkan terjadi di Tehran, Qom, Tabriz, dan Khorramshahr, disusul penutupan wilayah udara Iran dan regional.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan puluhan rudal balistik ke arah Israel, dengan laporan serangan mencapai Tel Aviv, Haifa, dan wilayah Palestina yang diduduki.
Media Iran menyebut serangan itu sebagai “balasan menghancurkan” terhadap entitas Zionis. Selain itu, ledakan juga dilaporkan di sejumlah negara Teluk yang menjadi basis militer AS, termasuk Arab Saudi, UEA, Bahrain, Kuwait, dan Qatar.
Rantai Komando Iran Tidak Terganggu
Satu hal yang menarik perhatian analis maupun pengamat Barat, struktur komando Iran masih utuh dan merespons dengan terkoordinasi.
Tampaknya kelompok Garda Revolusi dan ulama kini memegang kendali dan perang akan terus berlanjut meskipun Ayatullah Khamenei telah gugur.
Pada usia 86 tahun, kematian Ayatullah Ali Khamenei justru disebut menjadi faktor pemersatu, alih-alih berujung pada kekacauan seperti yang diharapkan Israel dan Amerika Serikat






























































































