“Entah keduanya merupakan pelanggaran atau sama sekali bukan pelanggaran. Padahal, mereka bilang tidak akan melakukan peninjauan ulang atas keputusan wasit,” tulis Shearer.
Senada dengan itu, koresponden sepak bola BBC Sport, Dale Johnson, menilai keputusan membatalkan gol Mesir bertentangan dengan standar kepemimpinan wasit selama turnamen berlangsung.
Ia mengatakan wasit sebelumnya cenderung membiarkan kontak fisik ringan, tetapi justru menggunakan VAR untuk menganulir gol Mesir hanya karena tarikan kecil pada kaus pemain.
Sementara itu, analis sepak bola Geronimo Morgans menyebut VAR gagal meninjau dua dugaan pelanggaran terhadap pemain Mesir di dalam kotak penalti Argentina sebelum terciptanya gol Enzo Fernandez.
“Mengapa perlakuannya harus begitu berat sebelah?” tulisnya di X, sembari menyebut pertandingan tersebut tidak adil dan menganggap Mesir telah dirugikan.
Kritik juga datang dari peraih Nobel Perdamaian asal Mesir, Mohamed El-Baradei, yang menilai FIFA telah kehilangan kredibilitas dan kepercayaan publik.
Mantan Duta Besar Inggris, Craig Murray, bahkan menyindir FIFA melalui unggahan di X dengan memelesetkan kepanjangannya menjadi “Fixing It For Argentina”, yang berarti “mengatur segalanya demi Argentina”.
Kontroversi tersebut menambah panjang daftar perdebatan mengenai konsistensi penggunaan teknologi VAR dan kepemimpinan wasit di turnamen, sekaligus membayangi keberhasilan Argentina melangkah ke babak perempat final.[]






























































































Beri Komentar