ACEH BESAR – Semarak kemerdekaan di Dayah Wakaf Barbate, Kebun Kurma Blang Bintang, Aceh Besar, berlangsung penuh warna dan sarat makna. Rangkaian kegiatan yang dimulai sejak Kamis, 21 Agustus 2025, diawali dengan lomba futsal antar delapan tim santri kelas I hingga IV, yang digelar di tengah rindangnya kebun kurma.
Selain futsal, berbagai lomba lain turut memeriahkan suasana, mulai dari panahan, sepak takraw, gelas balon, pipet estafet, bola kardus, roma kelapa, palupaku, hingga tepung estafet. Semua dirancang untuk melatih ketangkasan, kerja sama, dan sportivitas santri.
Ketua panitia, Ustaz Mujahidin, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan mencari pemenang, melainkan menanamkan disiplin, sportivitas, dan semangat kebersamaan di kalangan santri.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan wisata religi dan rihlah, membawa santri berkunjung ke tempat-tempat bersejarah dan bernilai spiritual. “Kegiatan ini membuat kami semakin mengenal sejarah dan merasakan kebersamaan. Rasanya berbeda dibanding belajar di dalam kelas,” ujar salah seorang santri penuh antusias.
Puncak acara digelar pada Sabtu, 23 Agustus 2025, dengan pertemuan silaturrahmi akbar yang mempertemukan santri, wali santri, para ustaz, dan pengurus yayasan. Suasana kehangatan dan kekeluargaan mewarnai acara penutup tersebut.
Ketua Umum Yayasan Wakaf Barbate Islamic City (YWBIC), Prof. Dr. Sofyan A. Gani, MA, dalam sambutannya menekankan bahwa semarak kemerdekaan bukan sekadar seremonial, melainkan wadah untuk memperkuat ukhuwah, menanamkan nilai kemerdekaan, sekaligus meneguhkan karakter islami santri.
Turut hadir jajaran pengurus YWBIC lainnya, yaitu Wakil Ketua Drs. H. Anwar Hasyim, M.Pd, Rahman Zainal, Zahrul Munzir, Drs. H. Sabri M. Yusuf, Wakil Bendahara Alhadiawinata, ST., MT., serta Wakil Sekretaris Erdi Muallim, ST.
Para ustaz yang membimbing santri juga hadir, dipimpin langsung oleh Rais ‘Am Dayah Wakaf Barbate, Ustaz Muhammad Rais, bersama Ustaz Zulfikar, Ustaz Mujahidin, Ustaz Zikrul, Ustaz Syahrun, Ustaz Fiki, dan Ustaz Zaman.
Dalam pertemuan tersebut, Ustaz Muhammad Rais berpesan kepada para orang tua/wali santri agar selalu berdoa kepada Allah SWT, memohon agar anak-anak mereka patuh, betah, dan istiqamah menuntut ilmu di Dayah Wakaf Barbate. Ia juga mengingatkan agar para wali tidak terlalu sering menjenguk. “Kami, para ustaz dan pengurus, selalu menjaga, melihat, dan mendampingi para santri. InsyaAllah anak-anak berada dalam pengawasan yang baik,” ujarnya menenangkan para orang tua.
Sementara itu, Sekretaris Umum YWBIC, Zulfikar, mengungkapkan kesan mendalam dari program 40 hari masa pengenalan santri baru. “Saat saya menyampaikan kepada 25 santri, apakah mau pulang ke kampung, mereka kompak menjawab tidak mau. Mereka justru mengatakan ingin belajar Al-Qur’an dan Kitab di Dayah Wakaf Barbate. Inilah buah dari program 40 hari masa pengenalan dan pendampingan, di mana selama periode tersebut orang tua/wali tidak boleh berkunjung langsung,” jelasnya.































































































