ACEH UTARA – Pemerintah Aceh terus menggelorakan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dengan menyasar kalangan pelajar. Sebanyak 400 paket makanan olahan ikan dibagikan kepada siswa SDN 6 Tanah Jambo Aye, Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini dipimpin oleh Marlina Muzakir yang juga menjabat Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh, didampingi Ketua Dharma Wanita Kabupaten Aceh Utara. Selain pembagian paket olahan ikan, bantuan baju dan perlengkapan sekolah juga turut diserahkan kepada siswa.
Bantuan tersebut diketahui berasal dari istri Menteri BUMN Bahlil Lahadalia. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak di daerah.
Sejak pagi, anak-anak bersama dewan guru tampak antusias menunggu kehadiran Marlina di lingkungan sekolah. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh semangat, mencerminkan tingginya harapan terhadap kegiatan yang membawa manfaat langsung bagi para siswa.
Marlina mengatakan, Gemarikan merupakan program strategis untuk meningkatkan kesadaran konsumsi ikan sejak usia dini, terutama dalam upaya pemenuhan gizi anak.
“Ikan kaya protein dan omega-3 yang sangat penting untuk pertumbuhan, meningkatkan kecerdasan, serta mencegah stunting pada anak,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia juga mengingat kembali kunjungannya ke sekolah tersebut saat bencana banjir melanda kawasan itu pada akhir 2025. Saat itu, Marlina turun langsung membantu membersihkan lingkungan sekolah bersama warga dan tenaga pendidik agar proses belajar mengajar dapat segera kembali berjalan.
“Waktu banjir, kita bersama-sama membersihkan sekolah ini. Alhamdulillah sekarang anak-anak sudah bisa belajar dengan nyaman kembali,” katanya.
Marlina turut mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi siswa pascabanjir. Ia mengaku sedih melihat banyak anak yang kehilangan seragam dan perlengkapan sekolah karena terdampak bencana.
“Kami sangat sedih melihat anak-anak tidak lagi memiliki baju seragam dan peralatan sekolah karena semuanya terimbas banjir. Begitu juga sarana dan prasarana sekolah yang rusak sehingga proses belajar mengajar terganggu,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong dirinya untuk tidak tinggal diam dan terus berupaya mencari sumber bantuan bagi para siswa agar dapat kembali belajar dengan layak.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Safrizal menegaskan bahwa Gemarikan tidak hanya mendorong anak-anak gemar makan ikan segar, tetapi juga memperkenalkan berbagai olahan ikan yang menarik dan bergizi sebagai bagian dari pola konsumsi sehari-hari.
































































































