UPDATE

Salam.life
LINGKUNGAN
LINGKUNGAN

Jelang Musim Hujan, TNI Bersama Warga Bersihkan Aliran Sungai di Aceh Tenggara

BANDA ACEH – Personel TNI dari Posramil Lawe Sumur bersama pemerintah desa dan warga melakukan normalisasi aliran Sungai Pantai Timur di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (29/6/2026).

Kegiatan itu dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko banjir menjelang musim penghujan.

Normalisasi dilakukan dengan mengeruk endapan batu, pasir, lumpur, dan material lain yang menyebabkan pendangkalan sungai.

Aksi Kaninus 16

Pendangkalan dinilai berpotensi menghambat aliran air dan meningkatkan risiko luapan sungai yang dapat mengancam permukiman, lahan pertanian, serta fasilitas umum di sekitarnya.

Kegiatan dipimpin Danposramil Lawe Sumur, Pelda Ahmad Saan, bersama personel Posramil. Pemerintah Desa Teger Miko, perangkat desa, dan masyarakat turut bergotong royong membersihkan aliran sungai menggunakan peralatan yang tersedia.

Ahmad Saan mengatakan normalisasi sungai merupakan upaya pencegahan menghadapi meningkatnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Menurut dia, kapasitas aliran sungai perlu dipulihkan agar mampu menampung debit air lebih besar saat hujan deras.

“Curah hujan dalam beberapa waktu terakhir mulai menunjukkan peningkatan. Oleh karena itu, kami bersama pemerintah desa dan masyarakat melaksanakan normalisasi sungai agar aliran air kembali lancar, sehingga mampu menampung debit air yang lebih besar ketika hujan deras turun. Dengan demikian, risiko banjir dapat diminimalkan sejak dini,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian terhadap masyarakat, tidak hanya melalui tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang mendukung keselamatan lingkungan.

Menurut Ahmad Saan, normalisasi sungai juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana dan pelestarian lingkungan.

Sinergi antara TNI, pemerintah desa, instansi terkait, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam upaya mitigasi bencana.

“Kami berharap kegiatan normalisasi sungai ini mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Selain mengurangi potensi banjir saat intensitas hujan meningkat, kegiatan ini juga menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah maupun material lain ke aliran sungai,” katanya.

Selain memperlancar aliran air, normalisasi diharapkan dapat mengurangi risiko erosi di sepanjang bantaran sungai, menjaga kestabilan tanah, serta melindungi akses jalan desa dan lahan pertanian yang selama ini kerap terdampak luapan air.

Pemerintah Desa Teger Miko mengapresiasi keterlibatan Posramil Lawe Sumur dalam kegiatan tersebut.

Menurut pemerintah desa, kolaborasi antara TNI dan masyarakat menjadi wujud semangat gotong royong dalam menghadapi persoalan lingkungan.

Apresiasi serupa disampaikan warga Desa Teger Miko, Samsul Bahri, 60 tahun.

Ia menilai normalisasi sungai akan membantu mengurangi ancaman banjir yang selama ini menghantui permukiman dan lahan pertanian warga.

“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Sungai yang sebelumnya mulai dangkal kini kembali dibersihkan sehingga aliran air menjadi lebih lancar. Mudah-mudahan saat hujan deras nanti air tidak lagi meluap ke permukiman warga maupun lahan pertanian,” ujarnya.

Kegiatan normalisasi berlangsung dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan warga diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan bencana serta menciptakan lingkungan yang lebih aman menghadapi musim penghujan. []

Stories

Bagaimana reaksi Kamu?

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.