UPDATE

LINGKUNGAN
LINGKUNGAN

Viral Bundo-Bundo Minang Masak 5 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT, Netizen Salut!

BANDA ACEH  – Dari dapur-dapur di Sumatera Barat, kepedulian untuk korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalir dalam bentuk yang begitu khas, yaitu rendang.

Masyarakat Minangkabau melalui Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat bersama Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang) Sumbar bergotong royong mengumpulkan 5 ton rendang untuk dikirim kepada warga NTT yang terdampak gempa bumi.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Gerakan kemanusiaan ini dilakukan di Kantor LKAAM Sumbar, Senin (17/8/2026), bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Aksi tersebut turut dihadiri Wali Kota Padang sekaligus Ketua DPW Gebu Minang Sumbar, Fadly Amran.

Bukan sekadar makanan, rendang dipilih karena memiliki karakter yang cocok untuk situasi darurat. Makanan khas Minangkabau itu relatif tahan lama, siap santap, serta mudah dibagikan kepada masyarakat yang tengah berada di lokasi pengungsian.

Bahkan, dari target 5 ton yang dicanangkan, sebanyak 700 kilogram rendang telah lebih dahulu diberangkatkan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara (AU).

Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar mengatakan, pengiriman tersebut merupakan hasil gotong royong berbagai unsur masyarakat Minangkabau. Di antaranya Bundo Kanduang, Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (Hipermi), hingga Gebu Minang Peduli.

“Target kita sebanyak 5 ton rendang, dan akan kita kirim secara bertahap. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di NTT,” ujar Fauzi.

Menurut dia, pemilihan rendang sebagai bantuan juga memiliki alasan praktis. Dalam kondisi bencana, makanan yang mudah disajikan dan tidak cepat rusak sangat dibutuhkan para korban.

“Kami memilih rendang karena merupakan makanan yang siap santap, tahan lama, dan praktis dikonsumsi oleh warga di lokasi bencana,” katanya.

Fauzi berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak, tetapi juga menjadi simbol kepedulian masyarakat Minangkabau kepada saudara sebangsa yang sedang menghadapi musibah.

Sementara itu, Fadly Amran mengapresiasi gerak cepat LKAAM Sumbar dan Gebu Minang dalam merespons bencana yang terjadi di NTT pada 15 Agustus 2026. Gempa tersebut menimbulkan korban jiwa serta merusak rumah dan sejumlah infrastruktur.

“Kami patut memberikan apresiasi kepada Gebu Minang Sumbar dan LKAAM Sumbar yang begitu cepat mengambil langkah untuk membantu saudara-saudara kami yang terdampak bencana,” ujar Fadly, dikutip dari laman Pemkot Padang, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, gerakan tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana nilai gotong royong masih hidup di tengah masyarakat.

image_print

1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.