BANDA ACEH – Istri diplomat Arya Daru geram dengan sosok Vara dan pertanyakan hubungan rahasia.Adapun Kuasa Hukum Keluarga Arya Daru, Dwi Librianto mempertanyakan sosok Vara.
Keluarga maupun istri Arya Daru, tidak mengetahui ada hubungan apa antara Vara dengan almarhum.
Pihaknya pun mempertanyakan kenapa hubungan mereka disebut privasi.
“Kalau dari rilis kemarin, yang saya garis bawahi adalah kenapa disebut privasi?,” kata Dwi Librianto dikutip dari Youtube TV One News, Selasa (26/8/2025).
Padahal pihak keluarga menunggu informasi soal hubungan Daru dengan Vara.
Apalagi polisi juga mengungkap alat bukti berupa alat kontrasepsi, yang merupakan barang pribadi almarhum.
“Pada saat menjelaskan kepada salah satu saksi, ini privasi tidak bisa dilanjutkan. Padahal dalam bukti yang lain, mohon maaf, kayak kondom dan sebagainya disebutkan. Kok ini privasi?,” jelasnya.
Menurut Dwi, pada komunikasi terakhir Arya Daru dengan istrinya, ia terlihat sangat gembira.
Hal itu tidak mencerminkan seseorang yang ingin mengakhiri hidup sendiri.
“Kalau dilihat chating terakhir Arya Daru dengan istrinya, hari terakhir itu luar biasa kegembiraannya. Tanggal 7 beliau sudah bisa beli tiket, tanggal 7 visa Finlandia sudah ini.
Dalam percakapannya juga sering kali ada bahasa Finlandia yang dikemukakan,” tutur dia.
Bahkan orangtua Arya Daru juga siap untuk mendampingi kepergian Arya Daru untuk bertugas di Finlandia.
“Kalau tidak ada pihak lain, agaknya masih janggal bagi kami,” katanya.
Ia juga merasa ada yang janggal mulai dari CCTV, kemudian penjaga kos yang dimintai tolong dari semalam tapi baru bisa keesokan harinya.
“Malam itu istri daru sudah telepon 7 kali tidak ditanggapi. Ada beberapa hal yang sangat janggal sehingga kami sama-sama ingin membuka misteri ini. Apakah benar beliau menagkhiri hidupnya dengan cara seperti ini,” katanya.
Dwi juga mengungkap WhatsApp Arya Daru yang tiba-tiba aktif setelah ditemukan meninggal dunia.
“Chat terakhir itu 21.17 WIB, itu contreng satu, pada beberapa chat tengah malam juga contreng satu. Pada jam 10.00 WIB pagi itu sudah contreng dua, kalau HP hilang itu pasti tetap contreng satu,” tandasnya.
Sebelumnya Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra mengungkap soal penemuan 2 alat kontrasepsi alias kondom milik Arya Daru.
“Barang bukti berupa alat kontrasepsii memang ada, ada di dua tempat baik itu yang dibuang dari lantai kamar, dan ada di tas gendong yang ditemukan di lantai 12,” kata Wira Satya saat konferensi pers beberapa waktu lalu.
Namun ia tidak mengungkap digunakan untuk apa kondom itu.
































































































Beri Komentar