IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Aturan Ketat Perlu Diterapkan di Tempat Wisata Selama Lebaran

Pengunjung menikmati pemandangan matahari terbenam di pantai Tanjung Bias, Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, NTB, Sabtu (26/3/2022). Pantai Tanjung Bias yang berada di dekat kawasan wisata Senggigi tersebut setiap sore ramai dikunjungi warga serta wisatawan untuk menikmati kuliner khas Lombok dan panorama matahari tenggelam.
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

Aturan ketat ini sebagai antisipasi melonjaknya kasus Covid-19 setelah Lebaran.

JAKARTA – Anggota Fraksi PKB DPR, Luqman Hakim mengusulkan agar diberlakukan juga pengaturan yang ketat bagi tempat-tempat wisata selama libur Lebaran. Ia menilai pemerintah perlu mewajibkan tempat-tempat wisata selama libur lebaran.


Menurutnya, tempat wisata hanya boleh menerima kunjungan dari masyarakat yang sudah vaksin lengkap (dua dosis) atau sudah vaksin ketiga (booster). Apabila belum vaksin kedua atau ketiga, maka pengunjung wajib menunjukkan hasil negatif tes antigen.


“Usul saya kongkrit, pemerintah perlu membuat aturan tersebut. Pengaturan tempat wisata itu sangat penting dilakukan. Jangan sampai setelah libur lebaran, kasus Covid-19 naik tinggi akibat tempat-tempat wisata dibiarkan bebas tanpa aturan,” kata Lukman beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:
Wamenkumham: RKUHP Hapus Pasal Pencemaran Nama Baik UU ITE


“Mari belajar dari pengalaman libur lebaran tahun kemarin, dimana pemerintah tidak cukup ketat mengatur pembatasan di tempat wisata. Dan, akibatnya, terjadi lonjakan kasus covid-19 pascalebaran 2021 kemarin,” sambungnya.


Karena, lanjut Lukman, bila terjadi lonjakan Covid-19, dikhawatirkan tradisi mudik dan aktifitas silaturrahim halal bihalal Idul Fitri disebut sebagai penyebabnya. Padahal pemicunya dari penumpukan pengunjung tempat-tempat wisata.


“Apabila tempat-tempat wisata dibiarkan bebas tanpa aturan selama libur lebaran, maka akan berpotensi besar menjadi pusat-pusat penularan Covid-19. Kita semua tentu berharap agar itu tidak terjadi,” ujarnya.


Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan setelah dua tahun ditiadakan mudik, maka sangat penting untuk tetap memprioritaskan keselamatan dengan melaksanakan pengecekan kelaikan alat transportasi yang akan digunakan serta operatornya. Terdapat enam variabel yang dapat menentukan kesiapan pemerintah dalam menangani mudik lebaran tahun 2022 ini mulai dari manajemen transportasi hingga penyaluran bansos secara merata.

BACA JUGA:
DVI Polri Identifikasi Jenazah Korban Gempa Cianjur Berdasarkan DNA


“Saat ini, terdapat enam variabel yang menentukan kesiapan kita (pemerintah) dalam menghadapi mudik tahun 2022 yaitu pengaturan manajemen transportasi baik darat, laut, dan udara, ketersediaan bahan bakar dan bahan pokok, perkembangan Covid-19 dan vaksinasi, serta penyaluran bansos yang sedang dikebut menjelang lebaran,” jelas Muhadjir.


Mantan Mendikbud itu mengatakan, fokus pemerintah saat ini adalah pada pengaturan manajemen transportasi baik di tempat pemberangkatan asal, proses perjalanan, hingga tiba ditujuan dengan aman dan sehat. Menko Muhadjir juga menegaskan dengan kondisi Covid-19 yang masih dalam keadaan landai dan terkendali perlu dipercepat vaksinasi booster pada tempat-tempat pemberangkatan mudik khususnya di wilayah Jabodetabek.


“Perkembangan kondisi Covid-19 saat ini masih dalam keadaan landai dan terkendali, maka dari itu percepatan vaksinasi maupun booster pada tempat-tempat pemberangkatan mudik perlu dilakukan sehingga dapat memenuhi target pemerintah,” jelasnya.

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
Aturan Ketat Perlu Diterapkan di Tempat Wisata Selama Lebaran
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!