UPDATE

NASIONAL

Mengaku Marah Setelah Istrinya Dilecehkan di Magelang, Apakah Ferdy Sambo Menegakkan ‘Siri’?

Dalam nilai kepribadian individu, siri’ yang terhubung dengan harga diri tentu merefleksikan jiwa yang senantiasa menjaga harkat dan martabat manusia, yang kemudian menjadi konkret pada akal budi manusia.

Kalau siri dikenal di budaya Bugis-Makassar, maka di Toraja yang merupakan suku Ferdy Sambo, dikenal istilah Longko.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Harga diri pada cara hidup orang Toraja diungkapkan melalui longko. Semua nilai harus dalam keranka Aluk Sola Pemali (ASP). Melakukan sesuatu di luar kerangka ASP adalah sama dengan dosa dan menyebabkan rasa malu, bukan saja secara pribadi, melainkan juga pada seluruh persekutuan dan terutama keluarga besar.

Sebab itu, seseorang akan selalu berusaha untuk tidak berbuat onar tehadap persekutuan keluarga. Karena secara otomatis yang bersangkutan juga akan dipermalukan.

Harga diri adalah nilai yang tertinggi. Sebab itu, seseorang akan selalu berusaha berperliakku yang baik agar jangan dipermalukan atau mempermalukan orang lain.

Longko adalah juga tenggang rasa, atau artinya bersikap sopan dan hormat.

Terkadang, penegakan harga diri membutuhkan pengorbanan jiwa. Masyarakat Sulsel dulu mengenalnya dengan istilah “sigaja seddi lipa”, atau bertarung dengan badik di dalam satu sarung.

Beredar Pesan Diduga dari Keluarga Sambo

Beredar pesan di grup WhatsApp permohonan maaf dari keluarga Irjen Ferdy Sambo, mantan Kadiv Propam Polri sekaligus tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Dalam pesan yang beredar, Sabtu, 13 Agustus 2022, diceritakan jika keluarga dari suami Putri Candrawathi itu sangat terpukul.

Ibunda Irjen Ferdy Sambo sangat terpukul atas apa yang menimpa anaknya sehingga menjadi sasaran kemarahan publik di Tanah Air.

Demikian pula anak Irjen Ferdy Sambo.

Ibunda Irjen Ferdy Sambo kini mengurung diri, sedangkan anak Irjen Ferdy Sambo dengan Putri Candrawathi memilih tak bertemu dengan orang lain dan menarik diri dari aktivitas di sekolah.

Keluarga Irjen Ferdy Sambo di Sulawesi Selatan, meminta agar informasi di media sosial tak dibesar-besarkan dan tak menghakimi.

Irjen Ferdy Sambo lahir di Barru, Sulawesi Selatan, pada 19 Februari 1973, namun dia berdarah Toraja.

Dalam pesan yang beredar disebutkan jika ibu kandung Irjen Ferdy Sambo berdarah Luwu atau wija to Luwu.

Toraja dan Luwu merupakan daerah bertetangga di Sulawesi Selatan.

Berikut isi pesan yang beredar melalui WhatsApp:

“_Ass.Al.Wr.Wb & Salam sejahtera buat kita semua_.

Tabe’ kpd segenap Kapoloku yg kami hormati & muliakan di grup ini, ijinkan mewakili keluarga menyampaikan bbrp hal sehubungan dengan masalah yg dialami FS (ponakan):

image_print

1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.