Dalam kesempatan ini Alvin juga mempertanyakan komitmen dari pihak kepolisian yang akan memberantas perjudian di Tanah Air, apalgi Kapolri juga telah mengumumkan bahwa akan menyikat perjudian.
Menurut Alvin dalam wawancara dengan Refly Harun, hingga saat ini belum ada keseriusan dari kepolisian dalam memberantas perjudian, salah satunya bagai mana bandar judi di Medan dapat lolos dan yang tertangkap hanya operator.
Padahal kepolisian Indonesia mempunyai kemampuan yang terbaik, bahkan teroris yang telah hati-hati sekalipun dapat tertangkap, apalagi bandar judi.
Sedangkan pihak Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa tumpukan uang Rp 900 miliar Ferdy Sambo hoax.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo yang mengatakan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri mendalami penyebar berita bohong atau hoax tersebut.
Dalam postingan yang beredar terlihat tayangan video yang menampilkan tumpukan uang di beberapa koper dengan narasi uang Rp 900 miliar milik Irjen Pol Ferdy Sambo, yang bakal disita penyidik.
Irjen Pol Dedi Prasetyo juga mengatakan bahwa kasus ini didalami oleh Dit Tipid Siber.
Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol Dedi mengatakan bahwa video yang menampilkan tumpukan uang Rp 900 dalam pecahan dolar Amerika diposting di sebuah akun media sosial Twitter.
Bareskrim Polri menegaskan bahwa tumpukan uang Rp 900 miliar Ferdy Sambo hoax.
Menurut Irjen Pol Dedi, tim khusus (timsus) memang melakukan penggeledahan di beberapa tempat, di antaranya rumah Ferdy Sambo.
Penyidik juga melakukan penyitaan beberapa barang bukti akan tetapi tidak ada bunker berisikan uang Rp 900 miliar yang disita.





































































































Beri Komentar