Selasa, 27/02/2024 - 01:09 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LINGKUNGAN

Ini Alasan Ular Sering Muncul Saat Musim Penghujan

ADVERTISEMENT

Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi seekor ular Lanang Sapi yang terjepit jendela kaca rumah warga di Dusun Kliwon, Desa Citiusari, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Rabu (11/10/2023).

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

MALANG — Belakangan masyarakat di beberapa daerah banyak menemukan ular di rumahnya. Temuan ini selalu terjadi setiap tahunnya terutama ketika memasuki musim penghujan.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Satpol PP Kabupaten Malang, Sigit Yuniarto, mengatakan, ular memang sering muncul saat musim penghujan. Hal ini karena cuaca yang lebih lembab dan hangat membuat lingkungan lebih nyaman bagi mereka. 

ADVERTISEMENT

Selain itu, musim hujan meningkatkan aktivitas mangsa seperti tikus dan katak, yang menjadi makanan bagi sebagian besar ular. “Jadi, kondisi lingkungan dan ketersediaan makanan yang lebih baik selama musim hujan dapat mempengaruhi aktivitas ular,” jelasnya saat dihubungi Rabu (6/12/2023).

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
BMKG: Hujan Lebat Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Kota Besar di Tanah Air

Sigit juga mengungkapkan, banyak spesies ular cenderung berkembang biak pada transisi musim kemarau atau musim dingin atau sebaliknya. Sebab, pada periode ini suhu lingkungan menjadi lebih hangat. Musim ini memberikan kondisi yang lebih baik untuk perkembangan telur atau janin dalam tubuh ular.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

Selama musim kawin, kata dia, ular sering lebih aktif dalam mencari pasangan dan melakukan aktivitas reproduksi. Situasi ini membantu mereka memastikan bahwa keturunan akan lahir atau menetas pada saat yang tepat. Hal ini terutama ketika lingkungan menyediakan sumber daya yang memadai untuk mendukung pertumbuhan awal mereka.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Hal serupa juga diungkapkan Sekretaris Yayasan Sioux Ular Indonesia, Rizky Akbar. Mayoritas ular memilih untuk kawin dan bertelur pada pertengahan hingga akhir musim kemarau. Dengan demikian telur akan menetas pada awal sampai puncak musim penghujan.

Berita Lainnya:
Pemprov Lampung Minta Daerah Antisipasi Gangguan Tanam di Musim Hujan

Adapun mengenai ular kobra yang banyak ditemukan di lingkungan rumah, Rizky menegaskan, masyarakat sebenarnya hidup berdampingan dengan berbagai jenis ular. Banyak juga ular jenis lain yang memilih untuk meletakkan telur di pemukiman manusia. 

“Namun bisa jadi memang saat ini populasi ular kobra lebih banyak. Atau bisa jadi pula sebenarnya banyak ular lain yang masuk rumah namun yang diberitakan atau sering dibicarakan hanya ular kobra saja,” kata dia menambahkan.

Sebelumnya, Warga Desa Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Sragen digegerkan atas temuan sembilan ular kobra di dalam kamar. Kesembilan ular berbisa itu pun berhasil dievakuasi oleh petugas Damkar Sragen. 

 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi