“Beberapa pengguna media sosial merasa bahwa Gibran tidak layak menjadi perwakilan anak muda. Prof Mahfud tetap sabar meskipun Gibran mencoba untuk menjadi savage,” tulis Ismail.
Adapun oleh warganet Twitter, Mahfud dianggap sebagai sosok yang arif, bijaksana, dan cerdas dalam menyampaikan pendapatnya. Secara umum, Mahfud diapresiasi atas penampilannya dalam debat dan dinilai punya pengetahuan baik dalam berbagai isu yang dibahas.
Beri Komentar