Dalam upaya memperluas pasar dan meningkatkan daya saing, Dekranasda Aceh Besar juga berhasil membawa IKM OVOP (One Village One Product) masuk dalam kategori Bintang 1 & 2 dengan produk unggulan Mutiara Songket dan Anyaman Bile Droe. Fashion Show Batik Malaka juga tampil dalam Aceh Muslim Fashion Festival x Sarinah Jakarta sebagai bagian dari promosi dan pemasaran produk unggulan daerah.
Tak hanya berfokus pada kompetisi dan pameran, Dekranasda Aceh Besar juga menjalankan program strategis yang bertujuan untuk memperkuat ekosistem industri kreatif di daerah. Salah satunya adalah pengaktifan kembali Sentra Bordir Komputer sebagai upaya meningkatkan promosi, pemasaran, serta menciptakan lapangan pekerjaan baru di sektor IKM dan UMKM di Kabupaten Aceh Besar.
Selain itu, diadakan juga Pelatihan Bordir Komputer Tahun 2024 (Otsus) bagi 16 orang selama 20 hari, guna meningkatkan produksi kerajinan bordir serta menghidupkan kembali sentra bordir di Aceh Besar.
Program lainnya termasuk Budidaya Tanaman Murbey yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk Songket Aceh Besar serta regenerasi perajin budidaya ulat sutera, serta penyelenggaraan Even PESTA UMKM Dekranasda Kabupaten Aceh Besar sebagai ajang promosi, pemasaran, serta peningkatan daya saing IKM dan UMKM.
Cut Rezky Handayani menegaskan bahwa Dekranasda Aceh Besar akan terus memperluas jaringan pemasaran dan memperkuat daya saing produk unggulan Aceh.
“Kami ingin menjadikan Aceh Besar sebagai pusat industri kreatif berbasis budaya. Melalui berbagai inovasi dan kolaborasi, kami optimistis bisa membawa produk unggulan Aceh Besar ke tingkat internasional,” tegasnya.
Dengan komitmen kuat, inovasi tanpa henti, dan dukungan penuh dari para pengrajin, Dekranasda Aceh Besar siap melangkah lebih jauh untuk memajukan industri kreatif berbasis budaya, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat.[]




































































































Beri Komentar