Ia juga meminta dukungan penuh dari seluruh instansi, lembaga, dan masyarakat untuk bersama-sama dan salin membahu membawa perubahan positif bagi Aceh Besar.
“Saya dan Pak Syukri tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bekerja bersama untuk kemajuan Aceh Besar,” imbuhnya.
Dalam pidatonya Syech Muharram menyampaikan bahwa Pj Bupati Muhammad Iswanto merupakan guru bagi dirinya dalam menjalankan roda pemerintahan di Aceh Besar.
“Guru kami pertama dalam pemerintahan ialah Pj Bupati Iswanto, ia merupakan sahabat lama dan selalu terbuka dalam komunikasi bersama kami sejak ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih,” tuturnya.
Sebelumnya, Ketua DPRK Aceh Besar, Abdul Muchti, yang memimpin jalannya rapat paripurna, menyatakan keyakinannya bahwa bupati dan wakil bupati yang baru mampu menjalankan tugas dengan baik.
“Kami percaya bahwa kepemimpinan yang baru ini akan membawa kemajuan bagi Aceh Besar dengan didukung oleh para pejabat di lingkungan Pemkab Aceh Besar yang telah ahli di bidangnya masing-masing,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pj. Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, atas pengabdian dan keberhasilannya selama menjabat.
“Kami berterima kasih atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam membangun Aceh Besar selama masa jabatannya,” pungkasnya.
Acara pelantikan tersebut juga berlangsung dalam suasana duka mendalam atas wafatnya dua ulama kharismatik Aceh pada hari yang sama, yakni Abu H Usman Bin Ali (Abu Kuta Krueng) dan Aba Asnawi (Aba Budi Lamno). Sebagai bentuk penghormatan, acara ditutup dengan doa takziah yang dipandu oleh Ketua MPU Aceh Besar, Tgk. H Nasruddin M (Abi Nas).[]



































































































Beri Komentar