Sementara itu, Kepala Bappeda Aceh Besar, Rahmawati, menjelaskan bahwa penyusunan RKPD 2026 melalui berbagai tahapan mulai dari input usulan masyarakat, konsultasi publik, Musrenbang kecamatan, forum OPD, hingga Musrenbang tingkat kabupaten yang dilaksanakan hari ini.
“Proses ini nantinya akan berlanjut ke tahap finalisasi dan penetapan RKPD pada Juni 2025,” kata Kepala Bappeda Aceh Besar.
Menurut Rahmawati, keberhasilan pembangunan daerah diukur dari capaian indikator makro, yang mencakup pertumbuhan ekonomi, PDRB, angka kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, IPM, serta gini rasio.
“Target pertumbuhan ekonomi 2026 ditetapkan sebesar 5,05%, dengan IPM meningkat menjadi 77,16% dan kemiskinan turun ke angka 10,75%,” pungkas Rahmawati.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Ketua DPRK, Forkopimda, anggota DPRA, Kepala Bappeda Aceh, para kepala OPD, camat, akademisi, organisasi perempuan, perwakilan difabel, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan bagi Aceh Besar.[]



































































































Beri Komentar