Mantan penjaga loket di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Febri (25), mengungkapkan alasan mengapa banyak penumpang KMP yang tidak terdaftar dalam manifes.
Ia mengungkapkan, penumpang lebih memilih membeli tiket kapal melalui calo atau di pinggir jalan karena lebih cepat.
Mereka enggan membeli tiket secara resmi, atau lewat aplikasi resmi Ferizy, karena dirasa merepotkan.
Akibatnya, calo-calo itu hanya memasukkan nama singkat penumpang, alih-alih identitas lengkap.
Padahal, identitas lengkap penting untuk keperluan klaim asuransi dan pendataan resmi manifes.
“Sebagian besar orang tidak mau memesan sendiri. Mereka lebih suka beli tiket dari calo atau pinggir jalan karena merasa lebih cepat,” ungkap Febri.
Tak hanya persoalan calo tiket, proses verifikasi di jalur masuk pelabuhan juga tidak sesuai prosedur.
Menurut Febri, proses verifikasi tidak dilakukan terhadap semua kendaraan.
Parahnya, banyak pengguna jasa yang memberikan data palsu atau tidak lengkap kepada petugas.
“Misalnya mobil isinya enam orang, tapi dibilang cuma tiga. Jadi cuma tiga yang disuruh tunjukkan KTP,” kata Febri.
Sebelumnya, dilaporkan sebanyak 10 penumpang KMP Tunu Pratama Jaya tidak diketahui nama maupun alamat lengkapnya.
Dalam data, hanya tertulis nama singkat saja. Mereka adalah: Rahmat (50); Arif (33); Budi (33); Firdaus (24); Wafi (33); Usnan (25); Lukman (28); Selin (34); Heri (6); Ahmad (6).
Tak hanya itu, warga negara Malaysia bernama Fauzey bin Awang (45) juga diduga kuat tidak terdaftar di manifes penumpang KMP Tunu.
Fauzey yang baru saja menjenguk sang istri, Yatini, di Banyuwangi, dijadwalkan kembali ke Malaysia pada Kamis (3/7/2025) siang, dari Bandara Ngurah Rai Denpasar.
Namun, keberadaannya tak diketahui setelah ramai pemberitaan KMP Tunu tenggelam.
Meski namanya diduga kuat tak masuk manifes, kendaraan travel yang ditumpanginya tercatat dalam manifes kendaraan di KMP Tunu.
“Tadi malam dia naik travel ke Bali. Seharusnya siang ini dia sudah terbang ke Malaysia, jam 12,” ujar Yatini sembari menahan tangis, Kamis.
Sebagai informasi, menurut manifes, KMP Tunu tercatat membawa 53 penumpang dan 22 kendaraan.
Sementara, awak kapal yang ikut berlayar sebanyak 12 orang. Total, KMP Tunu mengangkut 65 orang saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali
































































































Beri Komentar