UPDATE

NASIONAL

Gatot Nurmantyo Mencium Ada Gelagat Penjatuhan Presiden Prabowo oleh Internal Pemerintah

Waktu itu, lanjutnya, aktivis dan penggagas KAMI sepakat pada penilaian bahwa ketidakadilan tampak nyata di semua bidang, baik bidang sosial Politik, sosial ekonomi dan sosial budaya.

Kini, kata Din, setelah lima tahun dan hampir satu tahun pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, berdasarkan laporan The Economist Intelligence Unit (EIU) 2025 indeks bahwa demokrasi Indonesia melorot ke tingkat 59 dari 167 negara dari sebelumnya 67.

Begitu pula kesenjangan yang menganga dan yang kaya semakin kaya. Belum lagi tampak gejala konflik di internal di banyak tempat.

“Maka saya berpendapat bahwa gerakan KAMI untuk menyelamatkan Indonesia masih relevan. Kita berkeyakinan we are at the point of no return, tidak ada titik kembali,” tegasnya.

Namun Din juga mengatakan bahwa KAMI perlu memberi waktu dan kesempatan kepada Prabowo Subianto.

Din menilai ada perbedaan watak Presiden Prabowo Subianto dengan Jokowi.

“Saya meyakini watak dan komitmen kebangsaan Presiden Prabowo cukup kuat. Komitmen kerakyatannya dalam bidang ekonomi yang mengacu pada Pasal 33. Juga secara khusus komitmennya pada Islam dan umat Islam. Itu yang kita saksikan sejak dulu,” sambungnya.

Mungkin Prabowo sekarang ini tampak sedikit berubah, akan tetapi Din meyakini masih ada harapan kebaikan. “Maka perlu kita beri kesempatan, walaupun hampir setahun tidak ada perubahan,” demikian Din.

KAMI Jogkakarta melalui Syukri Fadholi mengingatkan kepada pemerintah bahwa selama 10 tahun terakhir sistem bernegara kita sudah rusak. Di samping itu oligarki telah masuk terlalu dalam ke sistem pemerintahan kita. Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto harus bisa mengembalikan dasar negara kita sistem UUD 1945.

“Kami berharap sistem yang telah rusak ini bisa dikembalikan oleh pemerintah yang baru di bawah Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.

KAMI Jogjakarta juga berharap Presiden Prabowo bisa segera membersihkan para pejabat yang terindikasi korupsi, kolusi dan nepotisme, untuk segera diganti.

Sementara KAMI Jawa Timur yang disampaikan oleh Daniel Rosyid menyarankan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk tidak segan-segan memecat menteri -menteri titipan Jokowi. Daniel mengibaratkan pejabat titipan Jokowi sebagai pliket seperti lem.

“Pliket-pliket yang menghambat harus segera disingkirkan,’ kata Daniel sambil mengibaskan tangannya menjelaskan pliket yang menempel di tangannya.

Sementara KAMI Aceh yang disampaikan oleh Faisal Ali berharap KAMI tetap di jalur perjuangan moral untuk mengontrol perjalanan pemerintahan Prabowo.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.