Sebaliknya, ia berharap kisahnya dapat menjadi sebuah pembelajaran dan pengingat bagi masyarakat luas, terutama generasi muda, agar tidak terjebak dalam rasa penasaran yang bisa menjerumuskan.
Dede melihat ada sisi edukasi dari pengalamannya. Ia memperingatkan tentang bahaya yang mengintai di balik praktik prostitusi online yang semakin marak.
Banyak risiko yang tidak terlihat di permukaan, mulai dari penipuan hingga ancaman kejahatan yang lebih serius.
“Karena itu edukasi, jangan sampai ketipu,” tegasnya.
Menurut Dede, bahaya yang mengintai bisa sangat fatal dan merugikan banyak pihak. Ia menyoroti maraknya kasus kejahatan yang berawal dari transaksi semacam ini di dunia maya.
Kisah masa lalu ini menjadi pengingat bahwa banyak kejahatan serius yang bisa bermula dari transaksi online yang terlihat sederhana.
“Apalagi sekarang banyak yang akhirnya jadi pembunuhan, atau malah kita diculik atau diperas,” tutupnya.
Pada akhirnya, pengakuan Dede Sunandar ini menjadi cerminan bahwa setiap orang memiliki masa lalu.
Namun, yang terpenting adalah keberanian untuk mengakui kesalahan, belajar darinya, dan berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.





































































































Beri Komentar