“Enggak sampai 4 juta lah, (sekitar) 3,8 juta. Nah tadi saja kan yang program strategis nasional-nya Pak Presiden sendiri itu (mampu menyediakan) 2,9 juta (lapangan kerja), rencananya ya menyerap sekian,” lanjutnya.
Sementara itu, untuk sektor swasta diyakini bisa menyumbang 2 juta kesempatan kerja setiap tahun.
Dengan demikian, maka setiap tahun bisa tersedia sekitar 4 juta lapangan kerja baru yang bisa mendukung penyerapan 19 juta tenaga kerja selama 5 tahun.
Meski begitu, Surya mengakui ketersediaan lapangan kerja dari sektor swasta tergantung pada kestabilan ekonomi nasional.
“Semua dampak dari kebijakan fiskal, ekonomi, dan lain-lain ya. Tapi kalau kita lihat sekarang, ya kebijakan ekonomi dengan kabinet yang baru kan cukup agresif. Kelihatan kok. Terasa kalau di jalan itu macet. Macet itu indikasi bahwasannya ekonomi lagi bergerak,” jelas Surya.
“Apalagi kalau naik tol, itu biasanya yang bikin macet itu truk-truk yang bawa barang. Artinya pabrik, industri juga sudah bergerak. Optimis lah (target bisa tercapai),” tambah dia.
Sebagai informasi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebelumnya berjanji akan membuka 19 juta lapangan pekerjaan untuk masyarakat jika terpilih.
Hal itu Gibran sampaikan saat Debat keempat Pemilihan Presiden 2024, di Jakarta pada 21 Januari 2024 lalu.
Menurut Gibran, janji pembukaan 19 juta lapangan kerja bisa direalisasikan jika agenda hilirisasi, pemerataan pembangunan, transisi energi, serta ekonomi kreatif dan UMKM dapat dikawal. Dari jumlah tersebut, 5 juta lapangan kerja ialah green jobs.
“Insya Allah akan terbuka 19 juta lapangan pekerjaan untuk generasi muda dan perempuan, 5 juta di antaranya adalah green jobs,” ujar Gibran saat debat Pilpres 2024.
Ia bilang, green jobs adalah peluang kerja di bidang kelestarian lingkungan. Menurut dia, green jobs adalah tren peluang kerja masa kini dan masa depan.































































































Beri Komentar