Jika tidak dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak, miopia bisa semakin parah seiring waktu dan berisiko menimbulkan komplikasi serius.
4. Astigmatisme
Astigmatisme adalah gangguan penglihatan akibat bentuk kornea atau lensa mata yang tidak simetris. Cahaya yang masuk tidak terfokus dengan baik pada retina, sehingga penglihatan tampak kabur atau terdistorsi.
Penderita astigmatisme sering mengeluhkan penglihatan ganda, mata cepat lelah, dan sakit kepala. Kondisi ini bisa dikoreksi dengan kacamata, lensa kontak, atau tindakan medis seperti LASIK.
5. Katarak
Katarak merupakan kondisi ketika lensa mata yang seharusnya jernih menjadi keruh. Gejala katarak antara lain penglihatan seperti berkabut, warna terlihat pudar, kesulitan melihat pada malam hari, dan silau saat terkena cahaya terang.
Umumnya katarak muncul seiring bertambahnya usia, tetapi faktor lain seperti diabetes, paparan sinar UV berlebihan, atau penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang juga bisa mempercepat kemunculannya.
Katarak yang tidak segera ditangani lewat operasi dapat menyebabkan kebutaan.
6. Degenerasi Makula
Degenerasi makula adalah kerusakan pada bagian makula retina (saraf mata) yang berfungsi untuk penglihatan sentral. Kondisi ini banyak dialami oleh orang lanjut usia dan biasa disebut sebagai age-related macular degeneration/AMD.
Penderitanya mengalami kesulitan membaca, mengenali wajah, atau melihat garis lurus yang tampak bergelombang. Meski tidak menyebabkan kebutaan total, degenerasi makula sangat mengganggu kualitas hidup penderitanya.
Kebiasaan yang Mengganggu Kesehatan Mata
Kesehatan mata tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia atau penyakit, tetapi juga dari kebiasaan sehari-hari. Beberapa kebiasaan berikut perlu dihindari agar mata tetap sehat dan berfungsi optimal.
1. Menghabiskan Banyak Waktu di Depan Layar
Era digital membuat kita sulit lepas dari layar gadget, komputer, maupun televisi. Sayangnya, menatap layar terlalu lama bisa menimbulkan Computer Vision Syndrome (CVS) dengan gejala mata kering, perih, dan penglihatan buram.
Untuk mengurangi risikonya, lakukan aturan 20-20-20: setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Cara ini membantu mata kembali rileks.
2. Infeksi Lewat Lensa Kontak
Lensa kontak memang praktis, tetapi jika digunakan sembarangan justru bisa membahayakan mata. Kebiasaan tidur dengan lensa kontak, tidak membersihkannya dengan benar, atau memakainya melebihi waktu yang dianjurkan bisa meningkatkan risiko infeksi serius seperti keratitis. Selain itu, penggunaan lensa kontak yang lebar dalam jangka waktu yang panjang dapat mengakibatkan kebutaan permanen akibat tumbuhnya pembuluh darah baru yag masuk kedalam kornea mata.





































































































Beri Komentar