UPDATE

Salam.life
AMERIKAINTERNASIONAL

Videonya Viral, Siapa Gabriela Rico Jimenez? Wanita yang Sebut Klub Epstein Makan Daging Manusia?

Pada Juli 2019, Epstein kembali ditangkap di New York dan didakwa memperdagangkan puluhan gadis remaja serta melakukan tindakan seksual dengan mereka sebagai imbalan uang.

Jaksa penuntut menyatakan Epstein bekerja sama dengan karyawan dan rekan-rekannya untuk memastikan adanya “stok” anak yang cukup untuk dilecehkan.

Epstein mengaku tidak bersalah atas tuduhan yang dikenakan kepadanya.

Pada 10 Agustus 2019, saat berada dalam tahanan sambil menunggu persidangan, pihak berwenang menyatakan ia ditemukan tewas di sel penjara akibat gantung diri.

Ia berusia 66 tahun saat kematiannya.

Kasus terpisah terhadap pacar Epstein, Ghislaine Maxwell, yang dipenjara pada tahun 2022 karena membantunya melakukan pelecehan terhadap gadis-gadis, merinci hubungan Epstein dengan tokoh-tokoh terkenal seperti Pangeran Andrew dari Inggris dan mantan Presiden AS Bill Clinton.

Keduanya telah membantah melakukan kesalahan apa pun.

Sebagian orang percaya bahwa pihak berwenang menyembunyikan detail tentang kasus Epstein untuk melindungi elite global dan tokoh berkuasa yang terkait dengannya, termasuk Donald Trump.

Salah satu teori konspirasi utama adalah rumor tentang “daftar klien” yang diduga melakukan pelanggaran seksual bersama Epstein.

Pemerintahan Trump bersikeras bahwa tidak ada daftar semacam itu.

Para skeptis juga mencurigai adanya kejanggalan dalam kematian Epstein, seperti kamera keamanan di sekitar selnya yang dilaporkan mengalami kerusakan pada malam kematiannya.

Epstein Files

Istilah Epstein Files atau Berkas Epstein merujuk pada kumpulan lebih dari 6 juta halaman dokumen, gambar, dan video yang merinci aktivitas kriminal Jeffrey Epstein serta lingkaran sosialnya yang terdiri dari tokoh-tokoh publik, termasuk politisi dan selebritas.

Selama kampanye presidennya pada tahun 2024, Donald Trump sempat membual akan merilis Berkas Epstein.

Namun ia kemudian menyatakan bahwa berkas tersebut merupakan rekayasa anggota Partai Demokrat.

Mengutip NBC News, pada 18 November 2025, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mengesahkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein dengan suara 427–1.

Senat Amerika Serikat menyetujuinya secara bulat, dan Trump menandatangani RUU tersebut pada hari berikutnya.

Departemen Kehakiman AS merilis sebagian kecil Berkas Epstein sesuai tenggat waktu yang ditetapkan dalam undang-undang tersebut, yakni 19 Desember 2025.

Terbaru, pada 30 Januari 2026, tambahan 3 juta halaman dirilis, termasuk 2.000 video dan 180.000 gambar.

Mengutip Reuters, meskipun Departemen Kehakiman mengakui bahwa total 6 juta halaman mungkin memenuhi syarat sebagai berkas yang harus dirilis berdasarkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein, mereka menyatakan bahwa rilis pada 30 Januari merupakan yang terakhir dan bahwa kewajiban hukum mereka telah dipenuhi.

image_print
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.