BANDA ACEH – Cincin yang dipakai pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei saat masih hidup, sempat mencuri perhatian, terutama di media sosial.
Dalam “tradisi” muslim Syiah, mengenakan cincin diyakini bagian dari praktik yang sangat ditekankan ajaran Nabi Muhammad serta Ahlulbait (keluarga nabi).
Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, diketahui sebagai sosok yang mengikuti “tradisi” ini secara konsisten.
Dalam berbagai penampilan publik—baik pertemuan resmi, acara keagamaan, maupun seremoni—Ali Khamenei sering terlihat mengenakan cincin perak yang berbeda-beda.
Cincin-cincin tersebut bukan sekadar perhiasan, melainkan dipilih berdasarkan makna mendalam dan sifat-sifat yang dikaitkan dengan setiap batu dalam tradisi Islam.
Misalnya, dalam acara tadarusan Alquran di Teheran, Ibu Kota Iran, hari-hari pertama bulan suci Ramadan, Ali Khamenei mengenakan cincin yang bertulisan sebuah penggalan ayat suci Alquran.
Di cincin itu terukir penggalan ayat berbahasa Arab: إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ (Inna ma‘iya rabbī sayahdīni) dari QS. Asy-Syu‘ara (26): 62.
Penggalan ayat tersebut memiliki terjemahan: “Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”
Ini adalah ucapan Nabi Musa ketika dikejar Fir’aun dan laut terbentang di depan.
Ayat ini, oleh ulama-ulama Islam, ditafsirkan menggambarkan keteguhan iman dan tawakal Nabi Musa saat menghadapi situasi kritis, di mana ia dengan tegas menolak keputusasaan pengikutnya melalui kata “kalla” (sekali-kali tidak) demi meyakinkan mereka bahwa mereka tidak akan tertangkap oleh kejaran Fir’aun.
Dengan keyakinan penuh bahwa Allah senantiasa menyertainya (inna ma’iya Rabbi), Musa memberikan jaminan bahwa pertolongan serta jalan keluar pasti akan datang sebagai petunjuk dari Allah bagi mereka yang menjalankan perintah-Nya.
Nama Ali Khamenei kini menjadi sorotan dunia setelah gugur karena serangan udara Amerika Serikat-Israel.
Ali Khamenei memiliki nama lengkap Ali Hosseini Khamenei dan lahir pada 19 April 1939.
Ali khamenei dikenal luas sebagai seorang ulama sekaligus tokoh Politik berpengaruh di Iran.
Sejak tahun 1989, Ali khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, posisi tertinggi dalam struktur pemerintahan negara tersebut.
Dengan masa kepemimpinannya yang panjang, Ali khamenei menjadi kepala negara dengan masa jabatan terlama di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, ia juga tercatat sebagai pemimpin Iran dengan masa jabatan terlama kedua pada abad ke-20 dan ke-21, setelah Mohammad Reza Pahlavi.






























































































