BANDA ACEH – Terungkap kritik terakhir Ermanto Usman (65) sebelum ditemukan tewas di rumah, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi.Terakhir sebelum tewas, Ermanto menyuarakan perihal dugaan kasus korupsi.
Ermanto merupakan pensiunan Jakarta International Container Terminal (JICT).
Ia juga dikenal sebagai aktivis buruh.
Kakak kandung, Dalsaf Usman mengatakan Ermanto bahkan sampai dua kali dipecatt dari JICT, anak perusahaan Pelindo karena dinilai terlalu vokal menyuarakan aspirasai serikat buruh.
“Pada saat dipecat itu akhirnya dibatalkan lagi oleh Menteri Perhubungan. Dia dipecat karena memang mengkritik kebijakan yang tidak sesuai prosedur,” katanya.
Semasa bekerja Ermanto menjabat sebagaia Manager HRD JICT dan Ketua Persatuan Pensiunan JICT.
Ermanto selalu vokal dalam menyuarakan aspirasi, termasuk dugaan korupsi di Pelindo.
“Jiwanya patriot seperti itu walaupun pihak keluarga sudah menyarankan untuk menghentikan itu, dia tetap jalan terus,” katanya.
Bahkan pandangannya itu juga sering disampaikan di podcast, termasuk perihal perpanjangan kontrak JICT dengan perusahaan Hongkong Hutchison Holdings (HPH).
Sang anak, Fiandy A Putra (33) mengatakan ayahnya begitu antusias untuk tampil di podcast.
“Bapak saya sudah 9 tahun yang lalu pensiun dari PT JICT, anak perusahaan dari Pelindo. Beberapa waktu ini bapak sempat aktif dan antusias untuk membuat podcast. Itu termasuk mungkin aktivis ya,” katanya.
Putra menilai aktivitas ayahnya memiliki risiko karena berkaitan dengan kepentingan para pekerja di lapangan.
“Bapak saya ini mencoba untuk membuka kebenaran dan mementingkan semua orang-orang di lapangan yang susah. Apa yang dilakukan ayah saya adalah suatu hal yang kami tahu bersama seperti apa risikonya,” katanya.
Terakhir Ermanto sempat menjadi narasumber di Youtube Forum Keadilan TV dalam program Madilog berjudul ‘Pelindo Boneka PTHutchinson (Hongkong). Ada Pemerintah di Atas Pemerintah’.
Podcast itu tayang 15 Desember 2025.
“20221 dan 2022 prosesnya 2021 kepemimpinan Arif Suhartono dan menteri BUMN Erick Thohir.”
“Kakak erik sebagai brokernya, dia yang melobi pertama dirut pelindo, ada bukti kita sih.”
Kira-kira begitu potongan keterangan yang diberitakan Ermanto dalam podcast tersebut.
Rieke Diah Pitaloka mengatakan Ermanto bersuara perihal kasus dugaan korupsi.
“Kasus korupsi di pelabuhan yang terindikasi dipeti-eskan, beberapa waktu ke belakang beliau menyuarakan kembali di salah satu podcast,” kata Rieke.
Ermanto kemudian ditemukan tewas di rumahnya kawasan Bekasi pada 2 Maret 2026.
































































































