– Serangan terhadap infrastruktur minyak di Teluk (termasuk Saudi, Kuwait, Bahrain) telah menaikkan harga minyak di atas $170 per barel.
– Gangguan di Selat Hormuz memukul pendapatan ekspor minyak Saudi.
– Ketegangan regional meningkat, dengan Hizbullah, milisi Irak, dan Iran menargetkan kepentingan Saudi.
– Ekonomi Saudi mengalami tekanan, dengan penjualan saham Eropa anjlok dan rantai pasok global terganggu — kondisi yang secara historis memicu ketidakpuasan internal di kerajaan.
Dalam iklim seperti ini, rumor tentang perpecahan internal keluarga Saud selalu muncul kembali. Iran dan sekutunya secara aktif memperkuat narasi semacam ini untuk melemahkan legitimasi MBS dan menunjukkan bahwa rezim Saudi rentan.
Apakah ada bukti kredibel?
Sampai saat ini — tidak ada.
– Tidak ada foto, video, atau dokumen bocor yang dapat diverifikasi.
– Tidak ada pernyataan resmi dari sumber Saudi yang kredibel (baik pro-MBS maupun oposisi).
– Tidak ada gerakan militer yang terlihat, pengumuman suku, atau perubahan komando yang menunjukkan plot aktif.
– Banyak akun yang menyebarkan cerita ini berasal dari jaringan yang terkait dengan IRGC (Pasukan Garda Revolusi Iran) atau saluran propaganda anti-Saudi.
Kesimpulan sementara
Rumor “dewan rahasia Mohammed bin Nayef” tampaknya merupakan kombinasi klasik dari:
– Harapan oposisi Saudi yang terpinggirkan.
– Operasi informasi Iran untuk menciptakan kekacauan internal di antara musuh-musuhnya.
– Spekulasi liar di media sosial yang diperkuat oleh kurangnya transparansi kerajaan Saudi.
Sementara ketegangan di dalam keluarga Saud nyata dan MBS memang telah memarginalkan banyak pangeran senior, tidak ada indikasi kuat bahwa kudeta atau “dewan rahasia” sedang aktif pada Maret 2026. Namun, dalam situasi perang regional yang volatile, rumor semacam ini bisa dengan cepat berubah menjadi sesuatu yang lebih substansial jika tekanan ekonomi dan militer terus meningkat.































































































