Setelah dievakuasi ke daratan, tim dari Detasemen Gegana Jibom mengidentifikasi benda besar mirip terpedo tersebut, tak mengandung bahan peledak maupun radio aktif.
Namun dari identifikasi fisik, diketahui benda asing tersebut diduga sebagai robot bawah air yang dikembangkan oleh China Shipbuilding Industry Corporation (CSIC). Dikatakan dalam laporan tersebut, CSIC merupakan salah satu korporasi industri pembuatan dan perbaikan kapal terbesar yang berbasis di China.
Perusahaan tersebut juga memproduksi perangkat-perangkat kemaritiman, termasuk kepal selam. Setelah diserahkan ke pihak TNI AL, dididentifikasi juga secara fisik benda asing tersebut terdapat tulisan menggunakan aksara mandarin.
Pada teks tersebut bertuliskan kata ‘Yan Zhi’ yang diartikan sebagai ‘penelitian dan pengembangan’. Secara identifikasi fisik yang dilakukan oleh tim dari TNI AL, benda asing tersebut tampak seperti kendaraan bawah laut tanpa awak atau UUV. Benda tersebut dilengkapi dengan sistem sensor dan sonar bawah laut, serta memilik palka pada bagian atasnya yang dilengkapi berbagai kabel dan peralatan oseanografi.
Pada benda asing tersebut juga ditemukan adanya perangkat accousti doppler current profiler atau ADCP yang digunakan mirip fungsi sonar untuk pengukuran arus hidro, dan kecepatan air pada kedalaman laut. “Untuk kepastian seluruh peralatan yang ada di dalam benda tersebut, perlu dilakukan penelitian di Dislitbang AL dan Labpamsisjar,” begitu menurut laporan tersebut.




































































































Beri Komentar