UPDATE

DIGITALEKONOMI

CEO Perusahaan Teknologi Sebut 2 Tipe Orang yang Sukses di Era AI, Termasuk ADHD dan Autisme

Pekerja yang lebih mudah beradaptasi umumnya memiliki pendidikan lebih tinggi, pengalaman beragam, berusia di bawah 55 tahun, serta tinggal di wilayah dengan pasar kerja yang kuat.

Carol Chouinard dari Optum Advisory menilai bahwa pendidikan tinggi membantu individu lebih siap untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan baru.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Namun, ia juga mengingatkan bahwa kondisi ini berpotensi memperlebar kesenjangan jika tidak diatasi dengan kebijakan yang tepat.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa pekerja administrasi dan perkantoran memiliki tingkat paparan AI tertinggi dengan kemampuan adaptasi terendah.

Sebanyak 86 persen dari kelompok ini adalah perempuan, yang berarti mereka berisiko terdampak secara tidak proporsional.

“Kelompok ini sangat rentan karena memiliki kontrol terbatas terhadap penggunaan AI dan peluang mobilitas kerja yang rendah,” kata profesor Universitas Virginia, Allison Elias.

Ia menekankan pentingnya pelatihan ulang (reskilling) dan peningkatan keterampilan (upskilling) untuk menghadapi perubahan ini.

Di sektor kesehatan, sebagian besar pekerjaan masih relatif aman dari dampak AI.

Profesi seperti teknolog bedah, perawat, dokter, serta teknisi laboratorium memiliki risiko rendah.

Namun, beberapa peran seperti pekerja sosial kesehatan, teknisi farmasi, dan tenaga administrasi medis dinilai lebih rentan terhadap otomatisasi.

image_print

1 2 3
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.