Karena itu, TB Hasanuddin meminta pemerintah memastikan adanya manfaat nyata bagi industri pertahanan nasional, khususnya PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
“Prinsip utamanya adalah menjaga kedaulatan negara, memastikan kepentingan nasional tetap menjadi prioritas, serta memperkuat industri pertahanan dalam negeri,” pungkas TB Hasanuddin.
Diketahui, Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth memberi tawaran menarik kepada pemerintah RI terkait pemusatan program pemeliharaan (maintenance, repair, and overhaul/MRO) hingga perbaikan pesawat C-130 Hercules di seluruh Asia. Nantinya, MRO seluruh pesawat angkut andalan Angkatan Udara AS (USAF) tersebut dipusatkan di Indonesia.
Niatan Hegseth itu disampaikan kepada Menteri Pertahanan (Menhan) RI saat keduanya bertemu di Pentagon, AS pada April 2026. Menhan pun mengungkapkan fakta menarik itu kepada Komisi I DPR saat menjalani hearing di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).



































































































Beri Komentar