UPDATE

KOMUNITAS

KAMMI Banda Aceh: Jangan Bahas Dapur MBG, Kami Tidak Respek!

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap narasi yang dibangun terkait program tersebut.

“Kami terus terang tidak respek jika yang dipamerkan adalah keuntungan dari program yang sejak awal masih menyisakan banyak pertanyaan publik. Jangan lagi membanggakan berapa besar laba atau berapa banyak dapur yang dimiliki,” tegasnya.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Sebaliknya, Ariska mengaku lebih menghormati para pelaku usaha yang memilih menggunakan kemampuan dan sumber daya mereka untuk kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami justru lebih salut kepada orang-orang yang bergotong royong mengumpulkan dana untuk membangun jembatan gantung di pedalaman, memperbaiki fasilitas umum, atau membantu masyarakat tanpa berharap keuntungan. Kontribusi seperti itu jauh lebih bermakna bagi rakyat Aceh,” ujarnya. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada warga Nener Meriah yang bergotong royong membangun Jembatan Enang-Enang. “Mereka adalah pahlawan di tengah kemiskinan dan absennya pemerintah,” ujarnya.

Meski demikian, Ariska menegaskan pernyataannya tidak ditujukan kepada seluruh pelaku usaha yang terlibat sebagai mitra penyedia dalam program MBG.

“Kami tidak menggeneralisasi. Masih banyak mitra penyedia yang bekerja dengan baik, menjaga integritas, dan benar-benar ingin memberikan pelayanan terbaik. Kepada mereka yang tetap memegang etika dan tidak menjadikan program ini sebagai ajang pamer keuntungan, kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya,” tutupnya.

image_print

1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.