Menurut Dedi, keterlibatan warga dalam proses pembangunan menunjukkan kuatnya semangat gotong royong sekaligus menjadi wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Kebersamaan antara TNI dan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam setiap kegiatan pembangunan di wilayah. Kehadiran Babinsa tidak hanya membantu pekerjaan fisik, tetapi juga memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat agar terus menjaga kekompakan hingga pembangunan jembatan selesai,” katanya.
Melalui sinergi antara TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuta Ujung diharapkan segera rampung sehingga dapat memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di Aceh Tenggara.[]






























































































Beri Komentar