“Tetap prioritaskan keselamatan diri. Jika memang sudah berpotensi membahayakan, serahkan proses pemadaman kepada petugas. Dan penting juga standar keamanan diperhatikan kepada para petugas lapangan yang terus berjibaku memadamkan Karhutla,” pesannya.
Minta Penegakan Hukum
Terkait penyebab karhutla, Daniel meminta penegakan hukum dilakukan secara tegas terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab, baik mereka yang sengaja melakukan pembakaran maupun pihak yang lalai sehingga menyebabkan kebakaran.
Ia juga menyoroti adanya informasi mengenai warga yang berupaya menghentikan aksi pembakaran lahan secara sengaja.
“Jangan sampai masyarakat yang turun dan menggunakan hukum adat maupun hukum sosial karena terlalu kesal dengan aksi-aksi pembakaran lahan,” ujar Daniel.
Selain penanganan di lapangan, Daniel mendesak Kementerian Keuangan segera mencairkan anggaran operasional untuk pencegahan dan penanggulangan karhutla yang telah dialokasikan dalam anggaran negara.
“Kami mendesak Kementerian Keuangan segera mencairkan anggaran sebesar Rp290.901.300.000 untuk operasional pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” ucapnya.
Menurut Daniel, pencairan anggaran tersebut diperlukan agar upaya pemadaman di lapangan tidak terkendala keterbatasan sumber daya.
“Anggaran ini sangat mendesak agar upaya pemadaman di lapangan tidak lagi terkendala keterbatasan sumber daya,” pungkas Daniel.[]





























































































Beri Komentar