UPDATE

BISNISEKONOMI

Diboikot karena Dukung Israel, Saham McDonalds, KFC hingga Starbucks Anjlok!

BANDA ACEH – Beberapa negara dengan mayoritas Muslim melakukan boikot terhadap brand-brand yang mendukung negara teroris Israel. Hal ini dilakukan untuk menyampaikan pesan bahwa mereka mengkritik serangan Israel yang membabi buta terhadap warga Palestina di Gaza.

Inisiatif ini dipimpin oleh Palestina yang dikenal sebagai gerakan Boikot, Divestasi, Sanksi (BDS). Gerakan ini mendorong pemboikotan, divestasi, dan sanksi ekonomi terhadap Israel.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Terbaru, sejumlah produk brand kenamaan berbasis Amerika Serikat (AS) yang mendukung Israel juga turut menjadi bulan-bulanan netizen.

Sejumlah brand ini cukup terkenal dan ada dalam kehidupan sehari-hari seperti Starbucks, McDonald, Netflix, Pepsi, KFC, hingga Disney.

Secara terbuka brand-brand ini menyatakan dukungannya terhadap Israel dan serangan militer mereka ke Palestina.

Mengutip ABC News, Starbucks menggugat serikat pekerjanya, Starbucks Workers United, awal bulan ini setelah organisasi buruh tersebut mengunggah pesan yang sudah dihapus di X (sebelumnya Twitter), yang menyatakan solidaritas terhadap warga Palestina. Pesan dari serikat pekerja tersebut memicu seruan untuk memboikot Starbucks.

Di McDonald’s, waralaba hamburger terkenal ini juga mengumumkan membagikan makanan gratis untuk anggota militer Israel, yang memicu reaksi balik dari konsumen untuk melakukan boikot.

Sementara itu, The Washington Post melaporkan ratusan karyawan Google mengedarkan petisi yang mempermasalahkan surat publik yang dikeluarkan oleh CEO Sundar Pichai yang mereka anggap mendukung Israel.

Saham-Saham Berguguran

Beberapa perusahaan besar dunia ini juga menghadapi penurunan harga saham yang signifikan akibat dari aksi boikot terkait dukungan mereka terhadap Israel.

Kampanye boikot terhadap perusahaan-perusahaan yang mendukung pendudukan Israel telah berdampak negatif pada harga saham beberapa perusahaan besar di Wall Street.

Mengutip laporan Daily News Egypt (26/10/2023), kampanye boikot yang dimulai sejak 10 Oktober di kalangan pengguna media sosial, berdampak pada saham perusahaan yang memiliki waralaba di negara-negara Arab atau memberikan sumbangan besar ke Israel.

Sebagai contoh, kampanye boikot ini berdampak buruk pada saham PepsiCo, yang merupakan rumah bagi merek seperti Pepsi, Chipsy, Dunkin’ Donuts, dan lainnya.

Saham PepsiCo turun ke level terendah sejak November 2021 pada 12 Oktober, mencapai USD157,9 per saham. Sebelumnya, saham Pepsi masih diperdagangkan USD164,3 per saham per 10 Oktober.

Korban lainnya adalah Walt Disney, yang merupakan induk Disney Channel. Saham Walt Disney turun 0,59 persen pada 12 Oktober, mencapai USD83,1 per saham.

image_print

1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.