UPDATE

Salam.life
DUNIA
INTERNASIONALPALESTINA

Teroris Israel Ingin Kuasai Gaza Sepenuhnya Bukan Gegara Hamas Tapi Stok Gas Alam Melimpah di Gaza Marine?

BANDA ACEH – Jalur Gaza dilaporkan memiliki cadangan gas alam lepas pantai yang terletak 36 kilometer di lepas pantainya.

Fakta itu membuncahkan motif sebenarnya dari kengototan Israel atas kendali sepenuhnya atas Jalur Gaza bertameng pemberantasan Hamas.

Apakah tekad Tel Aviv untuk menguasai wilayah tersebut setelah perang ada hubungannya dengan sumber energi Palestina?

Hamas Cuma Dalih

Israel mengklaim terus membuat kemajuan operasi militer mereka di Jalur Gaza.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berulang kali mengatakan bahwa Tel Aviv akan mempertahankan kendali atas wilayah tersebut sampai demiliterisasi dan deradikalisasi dilakukan untuk membersihkan Gaza sepenuhnya dari Hamas.

Untuk itu, tentara Israel (IDF) membombardir wilayah pemukiman, merelokasi paksa warga sipil dari rumah-rumah mereka, memerangi rumah sakit, dan sederet aksi yang dinilai sebagai pelanggaran hukum internasional.

Toh, Israel bergeming atas kutukan dari banyak negara di dunia.

Netanyahu bahkan juga menentang saran sekutu abadi mereka, Amerika Serikat (AS) terkait masa depan Gaza.

Pemerintahan Joe Biden diketahui meminta Israel menyerahkan Otoritas Palestina untuk mengambil kendali di wilayah tersebut jika Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berhasil mengalahkan Hamas.

Ide AS ini dianggap Israel cuma angin lalu.

Netanyahu dan kabinetnya menyatakan Gaza sepenuhnya harus ada dalam bagian Israel, lagi-lagi dengan dalih agar serangan Hamas seperti 7 Oktober silam tidak terjadi lagi.

Namun, beberapa pengamat percaya kalau sebenarnya bukan demiliterisasi Jalur Gaza yang melatarbelakangi keinginan Tel Aviv untuk menguasai wilayah tersebut, namun ladang gas yang belum dimanfaatkan bernama Gaza Marine.

Apa Itu Gaza Marine

Gaza Marine adalah ladang gas alam yang terletak 36 kilometer (22 mil) di lepas pantai Jalur Gaza pada kedalaman 610 meter.

Ladang ini diperkirakan menampung 32 miliar meter kubik gas alam dan dilengkapi dengan ladang yang lebih kecil yang menampung sekitar tiga miliar meter kubik gas di dekat wilayah perairan Palestina dan Israel.

Ladang tersebut ditemukan oleh British Gas (BG) pada tahun 1999 setelah konsorsium energi itu diberikan izin beroperasi dengan kontrak selama 25 tahun di wilayah maritim Gaza oleh Otoritas Palestina (PA).

Lisensi ini memberikan perusahaan tidak hanya hak eksplorasi tetapi juga memberikan hak untuk mengembangkan ladang yang ditemukan dan memasang infrastruktur yang diperlukan.

Meskipun BG mengambil 90 persen saham dalam lisensi tersebut, 10 persen saham lainnya dibeli oleh Consolidated Contractors Company (CCC), sebuah raksasa konstruksi Timur Tengah.

image_print
1 2 3 4 5

Bagaimana reaksi Kamu?

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.