Namun, proyek ini terperosok dalam kontroversi sejak awal.
Menurut sosiolog dan penulis AS Michael Herman Schwartz, saat itu Tel Aviv bersikeras kalau Israel harus mengontrol keuntungan PA dari gas, sehingga tidak digunakan “untuk teror.”
“Dengan ini, Perjanjian Oslo secara resmi hancur,” tulis penulisnya.
Sementara itu, pada September 2000, pemimpin terkenal Palestina Yasser Arafat memuji Laut Gaza sebagai “hadiah dari Tuhan” kepada rakyat Palestina.
“Perairan Gaza akan memberikan landasan yang kokoh bagi perekonomian kita, untuk mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem suci sebagai ibu kotanya,” kata Yasser Arafat saat itu menjabarkan cita-cita untuk Palestina merdeka.
Perebutan Gaza
Pernyataan Arafat muncul pada saat dimulainya Intifada Kedua, yang meletus setelah gagalnya kesepakatan KTT Camp David antara Presiden AS Bill Clinton, Perdana Menteri Israel Ehud Barak, dan ketua PA.
Sejak itu, konflik Israel-Palestina kembali memanas dan berlangsung sekitar lima tahun.
Eskalasi konflik mereda oleh KTT Sharm el-Sheikh tahun 2005 yang menyaksikan pemimpin baru PA Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon mengambil langkah tegas untuk de-eskalasi.
Pada tahun-tahun berikutnya, Jalur Gaza menyaksikan penarikan pasukan militer Israel pada tahun 2005, kebangkitan sayap Politik Hamas, dan pengusiran Fatah (sayap utama dari PA) dari jalur tersebut pada tahun 2007.
Menanggapi pengambilalihan Gaza oleh Hamas, Mesir dan Israel melakukan tindakan balasan dengan blokade jalur yang menghancurkan perekonomian Palestina.
Pada bulan Desember 2008, konflik baru mengguncang wilayah tersebut, yang dikenal sebagai Operasi Cast Lead atau Pembantaian Gaza, antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Hamas.
Perang berakhir pada 18 Januari 2009. Namun bentrokan Israel-Hamas terus berlanjut sejak saat itu.
Secara keseluruhan, sejak tahun 2005, Hamas dan Israel telah berperang sebanyak lima kali, yang terakhir pecaha pada 7 Oktober 2023.
Selama bertahun-tahun, Laut Gaza masih belum dimanfaatkan dan dikembangkan karena Tel Aviv melarang dan mencegah eksplorasi dengan dalih kalau kekayaan gas alam akan digunakan oleh Hamas dan kelompok pemberontak Palestina lainnya dalam perjuangan mereka melawan Israel.
Pihak Barat Kehilangan Kesabaran
Negosiasi yang terhenti dengan pemerintah Israel, pengambilalihan Jalur Gaza oleh Hamas dan perang Gaza tahun 2008 mengakibatkan BG menutup kantornya di Tel Aviv.
BG terus memegang sahamnya dalam eksplorasi lapangan tersebut tetapi tidak menunjukkan minat yang besar terhadapnya.



















































































































Komentar Terbaru