UPDATE

NASIONAL

UGM Buka Data ke Bareskrim, Polemik Ijazah Jokowi Masuk Ranah Pembuktian

BANDA ACEH  — Polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kini tidak lagi sekadar menjadi perdebatan di ruang publik.

Universitas Gadjah Mada (UGM) memastikan telah menyerahkan data dan keterangan yang diminta Bareskrim Polri untuk mendukung proses penyelidikan.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Sekretaris Universitas UGM, Dr. Andi Sandi, mengungkapkan kampus memenuhi permintaan resmi aparat penegak hukum dengan memberikan berbagai informasi mengenai riwayat pendidikan Jokowi saat menempuh studi di Fakultas Kehutanan UGM.

Data yang diserahkan tidak berhenti pada dokumen administratif. UGM turut memberikan informasi mengenai aktivitas akademik serta berbagai kegiatan Jokowi selama berstatus mahasiswa.

“Permintaannya pun langsung ke institusi, maka kami penuhi sesuai prosedur,” kata Andi, dikutip dari situs resmi UGM Rabu (19/8/2026).

Menurut Andi, dokumen yang diberikan mencakup informasi pribadi, dokumen perkuliahan, hingga dokumentasi aktivitas Jokowi selama menjalani pendidikan di Fakultas Kehutanan.

UGM bahkan turut memberikan keterangan dari sejumlah alumni yang pernah menjadi rekan satu angkatan Jokowi. Keterangan tersebut menjadi bagian dari informasi yang disampaikan kepada aparat untuk memberikan gambaran mengenai perjalanan akademik Jokowi selama berkuliah.

“Saya sendiri sempat menemani pemeriksaan keterangan para senior kami,” ujar Andi.

Bukan Sekadar Soal Selembar Ijazah

Langkah UGM tersebut menunjukkan bahwa informasi yang diberikan kepada Bareskrim tidak hanya berkutat pada keberadaan atau administrasi ijazah. Kampus juga membuka data pendukung mengenai aktivitas Jokowi selama menjadi mahasiswa.

Dengan demikian, aparat memiliki bahan yang lebih luas untuk menelusuri riwayat pendidikan Jokowi berdasarkan data institusional dan keterangan pihak-pihak yang memiliki keterkaitan langsung dengan masa kuliahnya.

Namun, UGM memilih tidak masuk lebih jauh dalam proses penyelidikan tersebut.

Andi menegaskan kampus tidak melakukan komunikasi maupun koordinasi langsung dengan Jokowi ataupun tim hukumnya dalam proses pemberian data kepada Bareskrim.

Menurut dia, sikap tersebut semata-mata mengikuti mekanisme kelembagaan. Permintaan keterangan diterima langsung oleh institusi sehingga UGM memberikan respons melalui jalur resmi kampus.

Tidak adanya komunikasi langsung dengan Jokowi, kata Andi, bukan berarti UGM memiliki persoalan dengan mantan mahasiswanya tersebut.

Kampus hanya ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur.

UGM Tarik Garis dengan Hasil Penyelidikan

UGM juga menegaskan tidak ingin mencampuri hasil penyelidikan Bareskrim Polri. Kampus memosisikan diri sebatas sebagai institusi pendidikan yang memberikan data dan keterangan ketika diminta secara resmi.

image_print

1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.