BANDA ACEH — Paguyuban masyarakat dan mahasiswa Gayo di Banda Aceh akan menggelar Didong Jalu Semalam Suntuk di Aula Taman dan Seni Budaya Aceh, Sabtu, 10 Oktober 2026 mendatang.
Bukan sekadar pertunjukan seni, Didong Jalu tersebut disiapkan sebagai ruang silaturahmi sekaligus panggung untuk menyampaikan informasi dan suara masyarakat Gayo, khususnya terkait kondisi Aceh Tengah dan Bener Meriah pascabencana.
Ketua Ikatan Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Aceh Tengah (IPPEMAT) Farhan Ananda, mengatakan klop didong yang tampil diharapkan mampu mengangkat isu-isu kekinian yang dirasakan masyarakat Gayo.
“Kita berharap Klop Didong yang tampil dapat menyajikan informasi kekinian kondisi Aceh Tengah dan Bener Meriah pascabencana, santunan bencana di Gayo,” kata Farhan saat rapat panitia di Anjungan Aceh Tengah, kawasan PKA, Jumat (18/9/2026).
Didampingi Wakil Ketua Zikri Yanda, Farhan menyebut kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat persatuan masyarakat Gayo yang berada di Banda Aceh dan Aceh Besar.
Menurutnya, Didong Jalu sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat Gayo di perantauan untuk menyalurkan potensi seni dan menjaga keberlanjutan budaya tradisional.
“Harapannya seluruh masyarakat ikut berpartisipasi menyukseskan acara ini,” ujarnya.
Rapat panitia turut dihadiri anggota Keluarga Negeri Antara (KNA) Rajali dan Dihan, serta Bendahara KNA Gunawan.
Panitia mengajak seluruh elemen masyarakat Gayo dan masyarakat Aceh secara umum untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan Didong Jalu Semalam Suntuk sebagai ruang budaya, silaturahmi, sekaligus refleksi kondisi masyarakat Gayo pascabencana.[]






























































































Beri Komentar