UPDATE

ACEH
ACEH

Olahan Ungkot Leubim Antar Forikan Aceh Tamiang Raih Juara 1 Meuseuraya Rasa 2026

BANDA ACEH — Tim Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Aceh Tamiang meraih Juara 1 Lomba Masak Meuseuraya Rasa 2026 melalui inovasi kuliner berbahan ikan kambing-kambing atau yang dikenal masyarakat Aceh sebagai ungkot leubim. Kompetisi tersebut berlangsung di Balee Meuseuraya Aceh (BMA), Banda Aceh, Sabtu (24/10/2026), dalam rangkaian Meuseuraya Festival 2026.

Tim Aceh Tamiang mengandalkan menu utama Rolade Kambing Dalica Aceh, yakni olahan ikan kambing-kambing yang dipadukan dengan bumbu rempah dan tumisan daun ubi segar sebagai isian rolade.

Menu tersebut disajikan bersama Nasi Minyak Khas Tamiang yang diolah dengan teknik dibakar, kemudian dilengkapi bumbu kari kaya rempah. Perpaduan bahan pangan lokal dan cita rasa khas daerah menjadi bagian dari kreativitas tim dalam menyajikan hidangan berbasis hasil perikanan.

Pemanfaatan ikan kambing-kambing dalam kreasi tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan potensi komoditas perikanan lokal melalui sajian yang lebih variatif dan menarik. Ikan yang belum banyak dimanfaatkan dalam kreasi kuliner bernilai tambah itu diolah menjadi hidangan yang berpotensi dikenal lebih luas oleh masyarakat.

Selain mendorong kreativitas memasak, inovasi tersebut juga memperlihatkan peluang pengembangan produk kuliner berbasis hasil perikanan lokal. Pengolahan ikan menjadi menu bercita rasa khas diharapkan dapat memperluas pilihan konsumsi ikan sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM kuliner.

Keberhasilan meraih Juara 1 menjadi capaian bagi Tim Forikan Aceh Tamiang dalam mempromosikan potensi kuliner daerah. Inovasi berbahan ungkot leubim tersebut sekaligus menunjukkan bahwa komoditas ikan lokal dapat dikembangkan menjadi sajian kreatif dengan nilai tambah ekonomi.

Lomba Masak Meuseuraya Rasa merupakan salah satu agenda dalam Meuseuraya Festival 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia Provinsi Aceh. Kegiatan tersebut menjadi wadah promosi kuliner daerah dan penguatan UMKM lokal, sekaligus mengangkat kekayaan pangan dan budaya kuliner Aceh.

Melalui inovasi pengolahan ikan lokal, diharapkan semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha yang mengembangkan kreasi kuliner berbahan ikan. Upaya ini juga sejalan dengan promosi konsumsi ikan dan penguatan daya saing produk olahan perikanan Aceh.[]

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.