DELI SERDANG – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, meresmikan gedung Madrasah Aliyah (MA) Sekolah Bintang Rabbani Dompet Dhuafa (DD) Waspada di Desa Rumah Sumbul, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Senin (25/7/2022) kemarin.
Edy meresmikan gedung secara simbolis didampingi Wakil Bupati Deli Serdang, H. M. Ali Yusuf Siregar, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Ibrahim, Pembina Dompet Dhuafa Waspada, dr. Hj. Rayati Syafrin, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, Sulaiman, dan Direktur Sekolah Dompet Dhuafa Waspada, Amal Lubis.
Dalam kesempatan itu, Edy mengaku sangat senang dapat hadir meresmikan gedung. Ia juga mengatakan bahwa ia siap mendukung fasilitas yang dibutuhkan oleh Sekolah Bintang Rabbani. “Tadi kita sudah tanya apa yang dibutuhkan, butuhnya aula, insya Allah akan kita bantu penuhi untuk dianggarkan di APBD,” kata Edy.
Edy juga menginginkan kedepannya dapat memiliki waktu luang untuk bisa kembali berkunjung ke sekolah yang satu-satunya berbasis Islam di daerah tersebut. “Mudah-mudahan ada waktu luang, biar bisa lebih lanjut meninjau sekolah dan mendiskusikan berbagai sinergi,” ucapnya.
Wakil Bupati Deli Serdang, H. M. Ali Yusuf Siregar, yang hadir pada acara peresmian tersebut menyampaikan pidato dari Bupati Deli Serdang. Dalam sambutannya, Ali Yusuf mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa Waspada yang telah banyak menghadirkan program baik di bidang ekonomi sosial, dan untuk di sini khususnya pendidikan.
“Tentunya kami pun siap untuk terus mendukung sekolah ini agar tetap berkembang hingga dampaknya nanti bisa benar-benar dirasakan bagi masyarakat,” kata dia.
Ali Yusuf menyampaikan, keberadaan Madrasah Aliyah sebagai salah satu lembaga pendidikan sangat penting sebagai salah satu kesadaran masyarakat muslim untuk mempersiapkan generasi yang memiliki potensi dan pemahaman agama yang baik.
“Karena generasi unggul bukan hanya kecerdasan intelektual juga butuh kecerdasan spiritual,” jelasnya.
Pada acara peresmian itu juga, Pembina Dompet Dhuafa Waspada, dr. Hj. Rayati Syafrin, turut menceritakan sekilas tentang sejarah berdirinya sekolah tersebut.
“Hari ini saat saya di sini, kembali mengingatkan memori bagaimana awal mula sekolah ini didirikan. Berawal dari penempatan dai yaitu ananda kami Amal Lubis, yang kemudian bersama masyarakat sepakat mendirikan sekolah berbasis Islam,” ucapnya.
Rayati mengatakan, bahwa sekolah ini berjalan tanpa dipungut biaya dari siswa. Secara umum masyarakat di sini memiliki ekonomi yang lemah, sehingga hadirnya sekolah ini juga untuk membukakan jalan bagi mereka bisa tetap bersekolah terutama mendapat pendidikan Islam.
































































































Beri Komentar