UPDATE

Salam.life
LIFESTYLE
LIFESTYLE

6 Makanan yang Harus Dihindari saat Berbuka Puasa agar Tak Terkena Stroke

BANDA ACEH – BERBUKA puasa adalah momen yang paling ditunggu setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun sayangnya, banyak orang justru “balas dendam” dengan mengonsumsi makanan yang tinggi gula, lemak, dan garam secara berlebihan. Padahal, pola makan saat berbuka sangat berpengaruh pada kesehatan jantung dan pembuluh darah hingga terkena stroke.Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik karena sumbatan (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Faktor risiko utamanya meliputi tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan obesitas. Dan semuanya sangat dipengaruhi oleh pola makan.

Berikut ini beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat berbuka puasa agar risiko stroke tidak meningkat:

1. Gorengan Berlebihan

Gorengan memang menjadi “menu wajib” berbuka di banyak tempat. Namun makanan yang digoreng dalam minyak panas, apalagi minyak yang dipakai berulang kali, mengandung lemak jenuh dan lemak trans tinggi.

Lemak jenis ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Kolesterol berlebih bisa menumpuk di dinding pembuluh darah dan membentuk plak, yang lama-kelamaan menyumbat aliran darah ke otak.

2. Minuman Terlalu Manis

Es sirup, es campur, minuman kemasan tinggi gula—semuanya memang menyegarkan. Tapi lonjakan gula darah yang drastis setelah seharian berpuasa dapat membebani tubuh.

Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes. Diabetes sendiri adalah salah satu faktor risiko utama stroke.

Lebih baik berbuka dengan air putih dan kurma secukupnya, bukan segelas besar minuman manis pekat.

3. Makanan Tinggi Garam

Kerupuk asin, makanan instan, makanan kalengan, atau lauk yang terlalu asin bisa meningkatkan tekanan darah. Hipertensi adalah penyebab terbesar stroke di dunia.

Saat berbuka, tubuh memang cenderung ingin makanan bercita rasa kuat. Namun konsumsi garam berlebihan akan membuat tekanan darah melonjak, terutama jika sudah memiliki riwayat hipertensi.

4. Daging Olahan

Sosis, nugget, kornet, dan daging asap mengandung natrium tinggi serta bahan pengawet tertentu. Konsumsi rutin dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan pembuluh darah.

Sebaiknya pilih sumber protein segar seperti ikan, ayam tanpa kulit, atau tahu dan tempe.

Kolak, opor, gulai, dan berbagai hidangan bersantan memang identik dengan suasana Ramadhan. Namun santan dalam jumlah besar mengandung lemak jenuh tinggi.

Jika dikonsumsi berlebihan setiap hari, kadar kolesterol bisa meningkat dan memperbesar risiko penyumbatan pembuluh darah.

image_print
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.