“Desa Wisata Gampong Ulee Lheue berhasil menggabungkan antara wisata berbasis sejarah dan juga pariwisata berbasis alam dan budaya. Saya harapkan kita semua bersatu-padu untuk menjadikan Gampong Ulee Lheue ini menjadi daya tarik unggulan sehingga banyak lapangan pekerjaan bisa tercipta,” kata Menparekraf Sandiaga.
Menparekraf Sandiaga memastikan Kemenparekraf akan terus memberikan pendampingan dan fasilitasi bagi Desa Wisata Gampong Ulee Lheue untuk terus berkembang. Termasuk melibatkan pihak swasta untuk memberikan pendampingan mulai dari pelatihan sadar wisata, peningkatan kapasitas SDM, juga peningkatan sarana dan prasarana serta pemasaran.
“Saya harapkan pola pelatihan, pendampingan, bantuan pemasaran atau marketing ini akan berjalan. Karena data-data yang kami dapatkan tahun lalu, di tengah-tengah pandemi justru pariwisata ke desa wisata seperti ini naik 35 persen. Jadi ini yang kita harapkan akan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya targetnya 1,1 juta delapan kerja tahun ini dan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024,” ujar Menparekraf Sandiaga.
Pj. Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenparekraf/Baparekraf dalam pengembangan pariwisata di Banda Aceh.
“Suatu keberkahan bagi kami warga Banda Aceh. Kepada Bapak Menteri kami berharap agar wisata Banda Aceh terus dipromosikan,” kata Bakri Siddiq.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Staf Khusus Bidang Monitoring dan Evaluasi Kebijakan Strategis dan Prioritas Kemenparekraf/Baparekraf, Panji Gunardi; Staf Khusus Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-Isu Strategis, Ario Prawiseso; serta Direktur Event Daerah Kemenparekraf/Baparekraf, Reza Pahlevi.[]































































































Beri Komentar