UPDATE

NASIONAL

Dokter Tifa: Anies Terima Tawaran Jadi Menteri Jika Benar-Benar Ada

BANDA ACEH  — Aktivis Demokrasi, Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa menyampaikan pandangan agar Anies Baswedan menerima tawaran menjadi menteri apabila Presiden Prabowo Subianto benar-benar menawarkannya. Ia sependapat dengan gagasan yang telah disampaikan oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Syahganda Nainggolan.

Di mana Syahganda bahkan menyebut posisi Menteri Pendidikan sebagai salah satu pilihan yang cocok bagi Anies. Namun, sampai saat ini, wacana tersebut belum berarti sudah ada tawaran resmi dari Prabowo.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

“Saya sependapat dengan gagasan Syahganda Nainggolan yang menyarankan Anies Baswedan menerima tawaran menjadi menteri apabila Presiden Prabowo Subianto benar-benar menawarkannya,” kata Dokter Tifa di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Ia mengemukakan ada pelajaran penting dari sejarah Politik Indonesia. Prabowo Subianto pernah menjadi rival politik Jokowi, tetapi akhirnya bersedia masuk ke dalam pemerintahan sebagai Menteri Pertahanan. Prabowo tidak harus menjadi presiden terlebih dahulu untuk ikut bekerja bagi negara.

“Mengapa Anies tidak bisa mengambil pelajaran serupa?,” ujarnya.

Menurutnya, Pilpres 2024 sudah berlalu dan Anies kalah dalam kontestasi tersebut. Ia memahami seorang tokoh politik tentu memiliki cita-cita dan agenda besar untuk bangsanya, tetapi pengabdian kepada bangsa tidak semestinya berhenti hanya karena seseorang belum berhasil menjadi presiden.

Sudah lebih dari dua tahun sejak Pilpres Februari 2024, dan Dokter Tifa mengaku menunggu kiprah Anies, menunggu gagasan besar yang diwujudkan menjadi gerakan nyata, serta menunggu gebrakan yang dampaknya bisa dirasakan masyarakat luas. 

Dengan nama besar, pengalaman sebagai Gubernur DKI Jakarta, latar belakang akademik, dan modal kepercayaan publik yang dimilikinya, Anies semestinya dapat terus berkarya melalui berbagai jalan.

“Jangan sampai energi politik habis untuk menunggu momentum Pilpres berikutnya,” tegasnya.

Apabila kesempatan menjadi menteri benar-benar datang, lanjutnya, hal itu sebaiknya dimanfaatkan untuk membenahi satu sektor penting dalam kehidupan bangsa. Pendidikan, misalnya, merupakan fondasi masa depan Indonesia yang menyimpan begitu banyak persoalan membutuhkan pemikiran, keberanian, dan kerja nyata.

Ia menambahkan, menerima jabatan bukan berarti harus kehilangan sikap kritis. Bergabung ke pemerintahan tidak berarti harus membenarkan semua kebijakan. Justru seorang tokoh yang memiliki gagasan berbeda dapat memberikan perspektif baru dari dalam pemerintahan, sepanjang tetap berpegang pada integritas dan prinsipnya.

image_print

1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.