UPDATE

EROPAINTERNASIONALNASIONAL

Salman Rushdie, Penulis Buku 'Ayat-ayat Setan' Ditikam di New York

Dia menghabiskan hampir satu dekade bersembunyi, pindah rumah berulang kali dan tidak bisa memberi tahu anak-anaknya di mana dia tinggal. 

Rushdie baru mulai muncul dari pelariannya pada akhir 1990-an setelah Iran pada 1998 mengatakan tidak lagi mendukung atas aksi pembunuhan terhadap dirinya.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Sekarang Rushdie tinggal di New York. Dia concern terhadap isu soal kebebasan berbicara. Dia juga termasuk soal yang vokal menyuarakan hal itu, saat majalah satir Prancis Charlie Hebdo, menerbitkan gambar-gambar Nabi Muhammad yang mengundang reaksi protes umat Islam.

Mendapat Ancaman Boikot

Ancaman dan boikot terhadap acara sastra yang dihadiri Rushdie terus terjadi usai dia mendapatkan gelar ksatria pada 2007 dari Ratu Inggris. Gelar ini juga memicu protes di Iran dan Pakistan.

Namun sosok Rushdie ini sangat dikenal dengan karyanya “Midnight’s Children”, yang berisi lebih dari 600 halaman. Bahkan buku itu telah diadaptasi untuk panggung layar perak, dan buku-bukunya telah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa.

Suzanne Nossel, kepala organisasi PEN America, merasa terguncang dengan peristiwa penyerangan terhadap Rushdie.

“Hanya beberapa jam sebelum serangan, pada Jumat pagi, Salman mengirim email kepada saya untuk membantu penempatan penulis Ukraina yang membutuhkan perlindungan aman dari bahaya besar yang mereka hadapi,” kata Nossel dalam sebuah pernyataan.

“Pikiran dan hasrat kami sekarang terletak pada Salman kami yang pemberani, berharap dia pulih sepenuhnya dan cepat. Kami berharap dan percaya dengan sungguh-sungguh bahwa suaranya yang penting tidak dapat dan tidak akan dibungkam,” ucap dia.

image_print

1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.