“Dengan kepemimpinan KontraS Aceh ke depan, kita ingin memastikan bahwa KontraS Aceh akan tetap menjadi garda terdepan dalam upaya masyarakat sipil mendorong pemenuhan hak-hak korban pelanggaran HAM masa lalu di Aceh,” ujar Husna.
Selain itu, dirinya juga menegaskan pentingnya mengarusutamakan isu-isu terkait hak asasi manusia di kalangan generasi muda. “Dalam banyak kesempatan, KontraS Aceh terus mendorong peran aktif pemuda di Aceh untuk ikut menyuarakan narasi pemenuhan hak-hak korban pelanggaran HAM masa lalu, di antaranya lewat program Sekolah
Hak Asasi Manusia (SeHAMa), kegiatan ‘Lorong Ingatan’, Museum HAM KontraS Aceh, serta yang terakhir kemarin, mengadakan event Letter of Hope (surat harapan) yang semuanya diadakan secara kolaboratif melibatkan aktivis, mahasiswa hingga kalangan seniman di Aceh, ini akan terus digalakkan,” pungkasnya. []


































































































Beri Komentar