Kemudian pada 15 September, seluruh buruh di Jawa Barat mulai berakhir. Sebanyak 27 kab/Kota akan melakukan aksi. Diantaranya Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung. “Pada 19 September, buruh gelar aksi se-Kepulauan Riau dan Riau daratan. Sehari kemudian, giliran buruh se-Jatim dan Sumatera. Provinsi Sumatera di luar Riau dan Kepri,” ungkapnya.
Untuk Indonesia Timur, kata Said Iqbal, aksi buruh berlangsung pada 22 September. Dimulai seluruh wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Empat hari kemudian, buruh se-Jawa Barat menggelar aksi damai di Gedung Sate. Totalnya bisa mencapai 30 ribu buruh. “Itu jadwal aksi bulan September. Kalau tidak didengar, bulan Oktober aksi akan perkuas lagi,” tegas Said Iqbal.
Puncaknya, akhir November kami mempersiapkan pemogokan Nasional dengan cara stop produksi keluar dari pabrik. Mogok nasional akan diikuti 5 juta buruh di 15 ribu pabrik. Melibatkan 34 provinsi dan 440 kab/kota. “Kalau pemerintah tidak dengar, kita siapkan mogok nasional. Tentunya itu melumpuhkan ekonomi. Konsekuensi yang harus kita pilih,” pungkasnya.


































































































Beri Komentar