Rabu, 24/07/2024 - 07:16 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Apakah Ada Perbedaan Cara Mendidik Anak Laki-laki dan Perempuan Menurut Islam?

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Anak Nasional 23 Juli 2024 dari Bank Aceh Syariah

Pendidikan anak laki-laki dan perempuan dalam Islam tidak bisa disamakan.

ADVERTISEMENTS
Selamat ulang tahun ke-57 Bapak Bustami, S.E., M.Si, Penjabat Gubernur Aceh

 JAKARTA— Rasulullah Muhammad SAW adalah qudwah (suri teladan) utama dalam parenting. Bukan hanya seorang nabi, pemimpin politik, panglima perang, melainkan beliau juga adalah seorang suami, ayah, sekaligus kakek. 

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Bhakti Adhyaksa 2024


Direktur Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) Ibnu Abbas Klaten,  Ustadz Dr Hakimuddin Salim Lc MA, mengatakan banyak sekali inspirasi kepengasuhan yang bisa kita ambil. Di antaranya adalah riwayat bahwa Rasulullah SAW bersabda:

ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses atas Perpanjangan masa Jabatan Muhammad Iswanto sebagai Pj Bupati Aceh Besar dari Bank Aceh Syariah


كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ 

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah dari Bank Aceh Syariah


“Setiap anak lahir dalam keadaan suci. Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi. 

ADVERTISEMENTS
Selamat HUT Bhayangkara ke-78 tahun dari Bank Aceh Syariah 2024


Ustadz Hakimuddin menjelaskan, setidaknya ada tiga inspirasi dari hadits di atas. Pertama, semua anak lahir dalam fitrah, keadaan bertauhid, suci dari segala dosa. Semua manusia sudah pernah bersyahadat kapada Allah SWT di alam ruh sebelum dilahirkan ke dunia. 

ADVERTISEMENTS
Wifi Gratis untuk Rekening Baru di Bank Aceh Syariah


Kedua, bahwa yang paling bertanggung jawab untuk menjaga fitrah tersebut adalah orang tuanya. Merekalah yang berperan utama mempertahankan kesucian itu atau justru menyimpangkannya kepada ideologi lain. 

Berita Lainnya:
Tanda Bekas Sujud
ADVERTISEMENTS
Bank Aceh Syariah Salurkan 212 Ekor Hewan Kurban kepada Warga Aceh 2024


Ketiga, yang disebut dalam hadits itu adalah abawaahu, kedua orang tua, bukan hanya salah satunya. Ini menunjukkan harus ada kerja sama antara ayah dan ibu dalam upaya mendidik anak, menjaga mereka tetap di atas fitrah. Jika seorang ibu sering disebut sebagai sekolah pertama (madrasah ula), ayah mesti berperan kepala sekolah (raisul madrasah). 

ADVERTISEMENTS
Sukseskan Hari Indonesia Menabung (HIM) dari Bank Aceh Syariah - 1 Juli 2024


Dia menegaskan, menjadi orang tua yang ideal berarti seperti yang dikehendaki Allah SWT dalam Alquran dan yang dicontohkan Rasulullah SAW. Kunci utamanya adalah keteladanan. 


Ayah dan ibu harus bisa menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka. Kesalehan pribadi mereka akan sangat berpengaruh pada kesalehan anak. Misalnya, buah hati dalam fase anak-anak (marhalah thufulah) atau fase imitasi. 


“Mereka akan meniru apa pun yang orang tua ucapkan dan lakukan. Sampai dikatakan, You are what you see,” kata dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta tersebut, dikutip Republika.co.id, dari Harian Republika, Rabu (9/11/2022). 

Berita Lainnya:
Gunung Gede - Pangrango 'Bersalju' dan Hadits tentang Gunung Emas


Lantas, apakah ada perbedaan pola pendidikan antara anak laki-laki dan perempuan?  


“Tentu ada. Itu bagian dari pendidikan anak yang berbasis fitrah. Menjaga dan mengembangkan mereka di atas fitrah gender mereka masing-masing, baik lelaki maupun perempuan,” kata Ustadz Hakimuddin. 


Dia mengungkapkan, banyak hadits Nabi Muhammad SAW yang mendorong kita untuk menanamkan dan mengembangkan tabiat rujulah (maskulinitas) pada anak laki-laki.


Misal, perintah untuk memisahkan tempat tidur mereka dari anak perempuan, larangan memakai kain sutra, mengajari mereka berenang, memanah, dan berkuda, serta menyiapkan mereka masuk ke jenjang pernikahan sebagai suami dan ayah. 


Begitu juga anjuran-anjuran untuk menanamkan dan mengembangkan tabiat unutsah (femininitas) pada anak perempuan.


Misalnya, dengan bersikap lebih lembut dengan mereka seperti memberikan mainan boneka, memakaikan anting, dan identitas perempuan lainnya. Dan, menyiapkan mereka agar bisa menjadi istri dan ibu pada masa yang akan datang.      


 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
Bahagia itu Sederhana dari Bank Aceh Syariah


Reaksi & Komentar

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا الكهف [10] Listen
[Mention] when the youths retreated to the cave and said, "Our Lord, grant us from Yourself mercy and prepare for us from our affair right guidance." Al-Kahf ( The Cave ) [10] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi