UPDATE

NASIONAL

Nasdem Muallaf, Pencapresan Anies dan Politik Pasca Jokowi

OLEH: MOCH EKSAN*

WAKIL Bupati Tuban yang sekaligus Ketua DPD Partai Nasdem Tuban, Riyadi, menyebut diri dan para pendukungnya yang bergabung dalam partai besutan Surya Paloh dengan “Nasdem Muallaf”. Yaitu orang-orang Nasdem baru yang baru saja bergabung dengan partai yang berulang tahun ke-11 pada Jumat, 11 November 2022 ini.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Istilah Nasdem Muallaf cukupBANDA ACEH -WAKIL Bupati Tuban yang sekaligus Ketua DPD Partai Nasdem Tuban, Riyadi, menyebut diri dan para pendukungnya yang bergabung dalam partai besutan Surya Paloh dengan “Nasdem Muallaf”. Yaitu orang-orang Nasdem baru yang baru saja bergabung dengan partai yang berulang tahun ke-11 pada Jumat, 11 November 2022 ini.

Istilah Nasdem Muallaf cukup unik dan menarik. Sebuah terma anti mainstream untuk menyebut fenomena masuknya kader partai lain ke dalam Nasdem. Apalagi, pasca Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh mendeklarasikan Anies Rasyid Baswedan sebagai bakal calon Presiden Republik Indonesia pada Pemilu 2024.

Anies effect sangat terasa, ada beberapa kader yang pergi dan ada banyak yang datang menyambut keputusan Nasdem dalam kandidasi pemimpin nasional pasca Presiden Joko Widodo. Nasdem menjadi bahan utama perbincangan yang menguasai ruang publik dengan segala pro kontranya di dalam maupun di luar partai.

Surya Paloh menyadari betul resiko yang harus diterima setelah mendeklarasikan Anies. Serangan dari kawan koalisi di pemerintahan maupun parlemen bertubi-tubi, terutama dari PDIP. Sekretaris Jenderal Partai Banteng Bermoncong Putih, Hasto Kristanto sampai mendesak para menteri Nasdem mundur dari Kabinet Jokowi ke-2.

Beberapa lembaga survei merilis bahwa elektabilitas partai Nasdem anjlok setelah memutuskan mengusung Anies. Bahkan hasil survey teranyar dari Lembaga Survey Indonesia (LSI) Denny JA, menyebut Nasdem terancam tak lolos parliamentary threshold. Sebab, elektabilitas Nasdem hanya 3,9 persen.

Di balik resiko di atas, ada coattail effect atau pengaruh ekor jas dari pencalonan Anies sebagai bakal calon presiden dari Nasdem. Banyak jaringan relawan Anies  di berbagai daerah yang sudah merapat dan mendukung pemenangan Nasdem pada Pileg 2024.

Sebab, mereka menyadari betul, dalam menjalankan pemerintahannya nanti, Anies membutuhkan dukungan parlemen yang kuat untuk memuluskan program-program pemerataan pembangunan dan keadilan sosial. Tanpa itu, mustahil visi, misi dan program yang dijanjikan pada masa kampanye bisa diwujudkan.

NasDem Muallaf juga berasal dari ceruk pendukung Anies yang merupakan basis massa pemilih baru Nasdem. Mereka adalah massa pemilih muslim urban dan modern dari kelas bawah dan menengah yang berancang-ancang memilih partai nasional demi memenangkan sang tokoh idolanya.

image_print

1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.