UPDATE

NASIONAL

Serang Kinerja Jokowi, Mantan Ahoker Ungkap Mulut Ahok Sampah

Lalu mengambil alih saham Freeport menjadi mayoritas serta menggenjot hilirisasi sumber daya alam (SDA) Indonesia agar memberikan nilai tambah dan menjadi pondasi Indonesia Emas 2045.

“Membangun jalan tol, membangun bandara, mengambil alih saham Freeport dari 5 persen untuk Indonesia menjadi 51 persen. Langkah yang berani dan bisa kerja. Belum lagi hilirisasi yang menjadi pondasi Indonesia Emas telah dikerjakan. Banyak lagi kerja-kerja presiden yang luar biasa,” paparnya.

“Atas tangan dinginnya, beliau sangat dihormati dan diakui sebagai presiden terbaik buat Indonesia. Jadi, di mana letak tidak bisa kerjanya?” tambahnya.

Dikatakan Suhadi, tudingan-tudingan Ahok tanpa data itu ditengarai karena Ahok saat ini menjadi juru kampanye PDIP untuk memenangkan capres-cawapres Ganjar Pranowo–Mahfud MD.

Namun disayangkan, menurut Suhadi, dalam kampanye sebaiknya menyampaikan gagasan dan program paslon yang dijagokan, bukan malah menyerang secara personal paslon lain.

“Kesurupannya Ahok yang mengatakan Pak Jokowi gak bisa kerja, karena sekarang sudah ada di PDIP sebagai jurkam. Menurut kami tidak elok karena yang namanya kampanye menawarkan program kerja, bukan menyerang orang secara pribadi,” tegasnya.

“Jujur kami mantan Ahoker kecewa dengan langkah Ahok menyerang Pak Jokowi. Padahal Pak Jokowi sangat menghargai Pak Ahok karena pasca lepas dari penjara ditugaskan menjadi Komisaris Pertamina,” pungkasnya.

Sementara itu, relawan Ahoker lainnya, Marleyn Naomi Saerang mengatakan, para Ahoker marah dengan pernyataan Ahok yang menyudutkan kinerja Jokowi. Hal itu menurutnya, menimbulkan reaksi keras dari para pendukung Jokowi.

“Tentu ini akan memancing reaksi keras bukan hanya para pendukung Jokowi, tetapi mayoritas masyarakat Indonesia yang puas dengan kinerja Jokowi,” jelas Naomi

“Maka para mantan Ahoker yang juga pendukung Jokowi ini berkumpul di Tugu Proklamasi untuk bersama-sama menyatakan bahwa kami sangat kecewa dan marah dengan pernyataan Ahok yang merendahkan Pak Jokowi yang tidak bisa kerja,” tambahnya

Bagaimana pun, kata Naomi, pihaknya akan tegak lurus bersama Jokowi, sehingga pernyataan Ahok itu tidak bisa diterima. Dia memahami serangan Ahok itu karena adanya perbedaan Politik, tetapi menyerang kinerja Jokowi itu kesalahan besar.

“Kami sekali lagi marah dan tidak terima. Silahkan Ahok berbeda politik itu haknya. Tapi paling tidak berkampanye lah dengan sejuk dan tidak provokatif. Apalagi menyerang Jokowi yang memiliki dukungan luas dari masyarakat, itu kesalahan besar,” jelasnya

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.