Ia juga sering melakukan perjalanan ke pedalaman menggunakan motor yang disebutnya denagn Ekspedisi Biru, kemudian ia mendokumentasikan terkait isu-isu kearifan lokal, sosial, dan budaya, energi, hingga ekonomi mikro. Dari perjalanannya tersebut, ia telah menghasilkan beberapa film dokumenter pendek yang membahas isu lokal namun sensitif dan menjangkau nasional yang jarang dilaporkan oleh media secara mendalam.
Selaku sutradara dari film Dirty Vote, pria berusia 47 tahun ini mengungkapkan bahwa dengan adanya film ini, ia bertujuan untuk mengedukasi kepada masyarakat di masa tenang pemilu yang berlangsung selama 3 hari yakni dari tanggal 11-13 Februari 2024.
“Ada saatnya kita menjadi pendukung capres atau cawapres. Tapi hari ini, kita akan menonton film ini sebagai sesama warga negara,” tulisnya dalam akun instagram pribadinya @dandhy_laksono










































































































