Bukan Hanya Pakistan
Kembali ke hubungan Pakistan-Israel, masih menurut Prof Pandita, dapat dikatakan bahwa Pakistan bukanlah satu-satunya negara Muslim yang tidak menjadikan Israel sebagai paria; ada pula negara-negara OKI yang tetap membuka saluran terbuka atau terselubung untuk berinteraksi dengan Israel. Contoh utama normalisasi hubungan dengan Negara Yahudi adalah Kerajaan Yordania Hashemite. Kerajaan ini enggan berperang dalam perang enam hari tahun 1967.
“Menjelang Perang Yom Kippur pada tahun 1973, Raja Yordania diterbangkan dengan helikopter ke gedung Mossad di luar Tel Aviv, bersama dengan perdana menterinya Ziad Rifai, di mana ia memberi tahu para pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Golda Meir tentang rencana serangan Suriah dan dukungan Mesir,” lapor Middle East Monitor (MEM) dalam terbitan 15 April.
Berbicara tanpa mau disebutkan namanya, seorang pengamat independen Yordania mengungkapkan kepada MEM bahwa “Iran adalah musuh, bukan Israel.”
Perang Hamas Menggagalkan Normalisasi
Sebelum serangan 7 Oktober terhadap Israel yang menyebabkan kematian sekitar 1.200 warga Israel dan ratusan pria, wanita, serta anak-anak ditawan di tangan kelompok Hamas, aktivitas diam-diam terjadi di berbagai tingkatan dan individu untuk normalisasi hubungan Arab dengan Israel.
Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain telah memulai pertukaran pejabat dengan Israel pada tahun 2020. Sementara Kerajaan Saudi, di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, juga melakukan perundingan melalui utusan untuk tujuan tersebut.
Di Pakistan, perdebatan sempat berkobar di saluran televisi arus utama nasional dan platform media sosial tentang apakah Islamabad harus mempertimbangkan kembali pendiriannya terhadap Israel.
Kedua negara telah mengadakan pertemuan rahasia mengenai isu-isu terkait keamanan sejak menteri luar negeri mereka bertemu secara terbuka pada 2005. Wacana ini terkonfirmasi pada bulan Maret tahun ini ketika Fishel Benkhalid, seorang Yahudi Pakistan di kota Karachi, mengungkapkan melalui platform media sosialnya bahwa dia telah berhasil mengekspor makanan halal pertamanya ke Yerusalem dan Haifa.
Para pejabat Pakistan mengatakan bahwa ekspor dilakukan melalui negara ketiga dan merupakan inisiatif Benkhalid serta tidak menandakan adanya niat menjalin hubungan dagang dengan Israel.
Malaya Lodhi, mantan duta besar Pakistan untuk PBB, mengatakan bahwa waktunya belum tepat untuk melakukan pembicaraan mengenai masalah ini. Dia berkata, “Pakistan telah menjadi pendukung setia perjuangan Palestina. Mereka ingin melihat adanya deeskalasi konflik.”





































































































Beri Komentar